-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Pangdam XV/Pattimura Pimpin Langsung Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono

Jumat, 15 Mei 2026 | Mei 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-15T01:57:05Z
Pangdam XV/Pattimura menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana erupsi Gunung Dukono.


Hamahera Utara, MP----- Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, turun langsung memimpin proses penanganan dan evakuasi korban terdampak erupsi Gunung Api Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (9/5/2026). Kehadiran Pangdam di lokasi bencana menegaskan komitmen TNI dalam mendukung operasi kemanusiaan dan memastikan keselamatan warga di tengah situasi darurat.

Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto meninjau langsung proses evakuasi korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara.


Didampingi Danrem 152/Baabullah, Brigjen TNI Enoh Solehudin, Pangdam tiba di lokasi dan disambut Bupati Halmahera Utara bersama jajaran Forkopimda. Setelah melakukan koordinasi awal, Pangdam langsung menuju Pos Pemantauan Gunung Dukono guna memperoleh gambaran menyeluruh terkait perkembangan proses penyelamatan para pendaki yang terjebak akibat erupsi.


Berdasarkan laporan dari Dandim 1508/Tobelo, saat erupsi terjadi terdapat 20 pendaki berada di kawasan gunung. Hingga proses evakuasi berlangsung, tim gabungan berhasil mengevakuasi 18 orang, terdiri dari 17 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Sementara itu, dua warga negara asing (WNA) masih dalam pencarian oleh tim penyelamat yang terus menyisir jalur pendakian dengan kondisi medan berat dan cuaca yang tidak menentu.


Dalam arahannya, Pangdam XV/Pattimura menegaskan bahwa keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di kawasan rawan bencana. Ia juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap status aktivitas gunung yang telah berada pada Level II atau Waspada.


“Kami hadir di sini untuk memastikan seluruh unsur bekerja maksimal dalam misi kemanusiaan ini. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Ketika gunung sudah menunjukkan tanda-tanda bahaya dan statusnya meningkat, maka aktivitas pendakian seharusnya dihentikan demi mencegah jatuhnya korban,” tegas Mayjen TNI Dody Triwinarto.


Ia menambahkan, koordinasi antara petugas pemantau gunung api, pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat harus diperkuat agar sistem pengawasan dan mitigasi bencana berjalan lebih efektif ke depan.


“Ke depan, pengawasan harus lebih diperketat. Semua pihak harus memiliki kesadaran bersama untuk mematuhi peringatan yang dikeluarkan otoritas terkait, sehingga tidak ada lagi korban jiwa yang hilang sia-sia,” ujarnya.


Pangdam juga memberikan apresiasi tinggi kepada tim gabungan yang terdiri dari personel TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, dan unsur masyarakat yang tanpa henti melakukan pencarian serta evakuasi di jalur sepanjang 11,2 kilometer dengan tingkat kesulitan tinggi akibat hujan abu vulkanik dan kontur medan yang ekstrem.


Operasi kemanusiaan tersebut hingga kini masih terus berlangsung dengan fokus utama menemukan dua pendaki yang belum ditemukan, sekaligus memastikan kondisi para korban selamat mendapatkan penanganan medis dan pendampingan yang memadai.

(puspen/red)

×
Berita Terbaru Update