![]() |
| Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan RI, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko bersama Bupati Solok Selatan, H. Khairunas saat membahas penguatan sektor wisata alam Gunung Kerinci. |
Jakarta, MP----- Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bersama Kementerian Kehutanan Republik Indonesia mulai mematangkan langkah percepatan pengembangan wisata pendakian Gunung Kerinci sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis konservasi alam.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Bupati Solok Selatan, H. Khairunas, dengan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan RI, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, beserta jajaran terkait pada 12 Mei 2026.
Pertemuan itu membahas strategi pengembangan objek wisata pendakian Gunung Kerinci yang diharapkan mampu membuka ruang investasi, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan penyangga hutan konservasi.
Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan RI, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko menegaskan bahwa pengembangan wisata alam harus berjalan beriringan dengan prinsip pelestarian ekosistem dan keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, kawasan Gunung Kerinci memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam unggulan nasional karena didukung kekayaan biodiversitas, bentang alam, dan daya tarik petualangan yang sudah dikenal luas hingga mancanegara.
“Pengembangan wisata pendakian Gunung Kerinci harus menjadi contoh bagaimana konservasi dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Prinsip utamanya tetap menjaga kelestarian kawasan, namun di saat yang sama memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” ujar Prof. Satyawan.
Ia menambahkan, Kementerian Kehutanan mendukung langkah percepatan pengembangan wisata berbasis konservasi melalui penguatan tata kelola kawasan, peningkatan fasilitas penunjang, hingga pemberdayaan masyarakat lokal agar menjadi bagian utama dalam rantai ekonomi wisata.
Sementara itu, Bupati Solok Selatan, H. Khairunas menyebut pengembangan wisata pendakian Gunung Kerinci menjadi peluang strategis untuk memperkuat ekonomi daerah sekaligus memperkenalkan potensi wisata Solok Selatan ke tingkat nasional maupun internasional.
Menurut Khairunas, keberadaan Gunung Kerinci tidak hanya memiliki nilai ekologis tinggi, tetapi juga berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui sektor pariwisata, UMKM, jasa transportasi, homestay, hingga ekonomi kreatif masyarakat.
“Kami ingin pengembangan wisata Gunung Kerinci memberi dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat sangat penting agar pengelolaan kawasan berjalan optimal, aman, dan berkelanjutan,” kata Khairunas.
Ia juga menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dalam mendukung pengembangan infrastruktur dasar, promosi wisata, serta pembinaan masyarakat sekitar kawasan agar mampu menangkap peluang ekonomi dari meningkatnya kunjungan wisatawan.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah awal memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjadikan kawasan Gunung Kerinci sebagai destinasi wisata alam unggulan berbasis konservasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hijau di Sumatera Barat dan wilayah penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat.
(Sl/red)
