![]() |
| Pengecekan kesiapan operasi dilakukan guna memastikan profesionalisme dan kesiapsiagaan prajurit di daerah penugasan. |
Jakarta, MP----- Komitmen Tentara Nasional Indonesia dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah perbatasan kembali diperkuat melalui pelaksanaan pemeriksaan kesiapan operasi (Riksiapops) Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG Kewilayahan Papua Tahun Anggaran 2026. Kegiatan strategis tersebut digelar di Lapangan Tembak Brigade Parako 1 Pasgat, Senin (11/5/2026), dipimpin langsung Asisten Operasi Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun, S.I.P.
![]() |
| Korpasgat bersama jajaran TNI memperkuat kesiapan pengamanan perbatasan RI–Papua Nugini tahun 2026. |
Hadir dalam kegiatan itu Panglima Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) Marsdya TNI Deny Muis, S.E., M.M., bersama jajaran pejabat utama Korpasgat dan unsur TNI lintas matra. Riksiapops menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan personel, alutsista, serta dukungan logistik sebelum satuan diberangkatkan menjalankan tugas pengamanan wilayah perbatasan RI–Papua Nugini yang memiliki tantangan geografis dan dinamika keamanan cukup kompleks.
Kegiatan diawali dengan apel pemeriksaan kesiapan operasi Satgas Pamtas RI–PNG Provinsi Papua TA 2026. Dalam kesempatan tersebut dilakukan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan personel maupun materiil yang akan digunakan selama penugasan di daerah operasi.
Asops Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun menegaskan pentingnya menjaga profesionalisme dan disiplin selama pelaksanaan tugas di wilayah perbatasan. Ia meminta seluruh personel meningkatkan kesiapsiagaan serta menjaga nama baik institusi TNI di tengah masyarakat.
“Penugasan di wilayah perbatasan bukan sekadar operasi pengamanan, tetapi juga bentuk pengabdian negara dalam menjaga kedaulatan NKRI serta memberikan rasa aman bagi masyarakat di daerah terluar,” tegasnya di hadapan personel Satgas.
Dalam rangkaian kegiatan itu turut dilakukan pengecekan display alat perlengkapan (Alkap) Satgas Pasgat Pamtas RI–PNG serta sejumlah satuan penugasan lainnya. Pemeriksaan meliputi kesiapan Alkap Satgas Yonif 407/IV/Diponegoro, Yonif 714/XXIII/Panimba Wana, dan Yonif 734/XV/Pattimura untuk operasi pengamanan perbatasan statis.
Selain itu, dilakukan pula pengecekan kesiapan Satgas Yonif 645/XII/Tanjungpura dan Yonif 764/XVIII/Kasuari yang akan bertugas dalam skema pengamanan kewilayahan perbatasan RI–PNG.
Kehadiran Panglima Korpasgat Marsdya TNI Deny Muis dalam kegiatan tersebut menegaskan dukungan penuh Korpasgat terhadap keberhasilan operasi pengamanan perbatasan, terutama dalam memastikan kesiapan tempur, mobilitas, dan kemampuan operasi personel di medan yang menuntut kesiapan tinggi.
Turut mendampingi Panglima Korpasgat antara lain Ir Korpasgat, Dandiv Parako Pasgat, Asops Korpasgat, Aslog Korpasgat, Askomlek Korpasgat, serta Danbrig Parako 1 Pasgat. Kegiatan juga dihadiri pejabat Mabes TNI, unsur TNI AD, TNI AU, dan perwakilan Kementerian Pertahanan RI.
Pelaksanaan Riksiapops ini menjadi bagian dari strategi terpadu TNI dalam memperkuat pengamanan wilayah perbatasan Papua, sekaligus memastikan setiap personel yang bertugas memiliki kesiapan optimal menghadapi berbagai potensi ancaman dan tantangan di lapangan.
(puspen/red)

