-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

TNI Tanamkan Wawasan Kebangsaan Melalui Program Papua Pintar

Rabu, 13 Mei 2026 | Mei 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-13T12:05:12Z
Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menegaskan komitmen TNI dalam mendukung pendidikan dan membangun generasi muda Papua yang cerdas, berkarakter, serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat.


Jakarta, MP----- Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Papua melalui Program Papua Pintar. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan teritorial yang tidak hanya berorientasi pada stabilitas keamanan, tetapi juga penguatan pendidikan dan wawasan kebangsaan bagi generasi muda di wilayah pedalaman Papua.

Personel Satgas TNI hadir sebagai guru dan motivator untuk membangun masa depan generasi muda Papua yang cerdas dan berkarakter.


Melalui keterlibatan personel Satgas Teritorial, Satgas Swasembada, dan Satgas Habema–KOOPS TNI HABEMA, prajurit TNI hadir langsung di sekolah-sekolah pedalaman sebagai tenaga pendidik di tengah keterbatasan sarana dan akses pendidikan. Kehadiran mereka bertujuan memberikan pendampingan belajar sekaligus menanamkan nilai nasionalisme kepada anak-anak Papua.


Dalam pelaksanaannya, prajurit TNI mengajarkan kemampuan dasar seperti membaca, menulis, serta wawasan umum. Selain itu, mereka juga menanamkan nilai disiplin, persatuan, cinta tanah air, dan semangat kebersamaan melalui pendekatan humanis dan penuh kehangatan.


Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membangun kedekatan emosional dengan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah yang berada di wilayah terpencil. Prajurit hadir tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sahabat belajar dan motivator agar anak-anak Papua tetap memiliki semangat meraih pendidikan dan masa depan yang lebih baik.


Sebagai bagian dari pembinaan wawasan kebangsaan, para prajurit turut memperkenalkan makna Bendera Merah Putih sebagai simbol perjuangan, pengorbanan, dan persatuan bangsa Indonesia. Anak-anak diajak memahami nilai keberanian, semangat pantang menyerah, serta pentingnya menjaga persaudaraan di tengah keberagaman suku, bahasa, dan budaya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Program Papua Pintar dipimpin Dansatgaster Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan dan dilaksanakan oleh Satgas Teritorial di Distrik Hitadipa, Satgas Swasembada Yonif 751/VJS di Distrik Sentani, Yonif 753/AVT di Distrik Tomka, Yonif 113/JS di Distrik Pogapa, serta Yonif 121/MK di Distrik Kalimo, di bawah kendali Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga.


Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (12/5), menegaskan bahwa keterlibatan prajurit sebagai tenaga pendidik merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membangun generasi muda unggul di wilayah perbatasan dan pedalaman Papua.


“Melalui Program Papua Pintar, TNI ingin memastikan bahwa kehadiran prajurit di Papua tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga membawa harapan bagi masa depan generasi muda. Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan memiliki semangat nasionalisme yang kuat,” ujarnya.


Ia menambahkan, TNI berharap anak-anak Papua dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang cerdas, percaya diri, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan Papua maupun Indonesia secara nasional.


Program Papua Pintar dinilai menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara fungsi pertahanan dan pembangunan sosial kemasyarakatan di daerah terpencil. Selain mendukung peningkatan kualitas pendidikan, program tersebut juga memperkuat hubungan emosional antara prajurit TNI dan masyarakat setempat.


Ke depan, TNI menegaskan komitmennya untuk terus hadir melalui berbagai program teritorial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat guna mendukung percepatan pembangunan Papua sekaligus menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.

(puspen/red)

×
Berita Terbaru Update