![]() |
| Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan pentingnya profesionalisme dan semangat pengabdian prajurit TNI di wilayah strategis nasional. |
Merauke, MP----- Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Wakil Panglima TNI Tandyo Budi R meninjau Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 861/Maleo Kamur di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Jumat (23/5/2026).
![]() |
| Prajurit Yonif TP 861/Maleo Kamur menyambut kedatangan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Wapang TNI Jenderal TNI Tandyo Budi di Wanam, Merauke, Papua Selatan. |
Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kesiapan pertahanan nasional sekaligus meningkatkan semangat dan motivasi prajurit yang bertugas di wilayah perbatasan dan kawasan strategis nasional.
Dalam peninjauan itu, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa prajurit yang bertugas di Papua memiliki peran strategis sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan negara. Menurutnya, kehadiran negara di wilayah perbatasan harus tercermin melalui kesiapsiagaan aparat pertahanan yang profesional, disiplin, dan dekat dengan masyarakat.
“Prajurit TNI yang bertugas di wilayah terdepan harus terus menjaga semangat pengabdian, loyalitas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas negara. Kehadiran TNI di perbatasan bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi simbol hadirnya negara bagi masyarakat,” ujar Sjafrie di sela kunjungan.
Sementara itu, Wapang TNI Jenderal TNI Tandyo Budi menekankan pentingnya menjaga kesiapsiagaan satuan dalam menghadapi berbagai dinamika tugas di wilayah strategis Papua Selatan. Ia menyebut pembinaan personel, disiplin, dan soliditas satuan menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan tugas operasi maupun teritorial.
“Prajurit harus tetap menjaga disiplin, kesiapan operasional, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Tugas di wilayah perbatasan membutuhkan ketangguhan fisik, mental, dan semangat pengabdian yang tinggi,” kata Tandyo Budi.
Peninjauan tersebut juga menjadi momentum evaluasi terhadap kesiapan fasilitas, sarana pendukung, serta kondisi personel Yonif TP 861/Maleo Kamur yang selama ini menjalankan tugas pengamanan dan pembinaan teritorial di kawasan Merauke dan sekitarnya.
Pemerintah bersama TNI, lanjutnya, berkomitmen terus memperkuat postur pertahanan nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya prajurit, modernisasi alat utama sistem persenjataan, serta penguatan satuan-satuan strategis di wilayah perbatasan Indonesia.
Kunjungan Menhan dan Wapang TNI itu disambut jajaran komando satuan dan prajurit Yonif TP 861/Maleo Kamur dengan penuh semangat sebagai bentuk perhatian pimpinan terhadap kondisi prajurit di lapangan.
(puspen/red)

