![]() |
| Wakil Panglima TNI bersama Menteri Koperasi meninjau kesiapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai pusat penguatan ekonomi rakyat desa. |
Nganjuk, MP----- Wakil Panglima TNI Tanyo Budi Revita bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono melakukan peninjauan ke sejumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Bojonegoro, Banyumas, dan Boyolali pada 12–13 Mei 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional dari tingkat akar rumput.
Dalam peninjauan itu, rombongan juga didampingi Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Direktur Jenderal Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, serta Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Kehadiran lintas kementerian dan lembaga tersebut menunjukkan kuatnya sinergi pemerintah dalam membangun ekosistem koperasi desa yang produktif, modern, dan berkelanjutan.
Wakil Panglima TNI menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak hanya menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat, tetapi juga bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan nasional berbasis desa.
Menurutnya, desa yang mandiri secara ekonomi akan mampu menciptakan stabilitas sosial, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
“Pembangunan desa yang kuat akan menjadi fondasi ketahanan bangsa. Karena itu, kolaborasi seluruh elemen, termasuk TNI, pemerintah daerah, kementerian, dan masyarakat menjadi sangat penting dalam memastikan program ini berjalan efektif,” ujarnya di sela peninjauan.
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menekankan bahwa persatuan, kekompakan, dan semangat gotong royong menjadi faktor utama dalam mewujudkan cita-cita Presiden untuk membangun ekonomi desa melalui koperasi.
Menurut Ferry, pemerintah saat ini tengah mempercepat tahapan pembentukan badan hukum koperasi, pembangunan fisik, penyediaan gerai usaha, hingga fasilitas pergudangan guna mendukung operasional KDKMP secara menyeluruh.
“Persatuan dan gotong royong seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan program ini. Pemerintah ingin koperasi benar-benar hadir sebagai pusat pertumbuhan ekonomi rakyat di desa,” kata Ferry.
Ia menjelaskan, setelah proses legalitas dan infrastruktur dasar rampung, pemerintah akan segera meluncurkan operasionalisasi KDKMP secara bertahap yang diawali pada 1.061 koperasi desa dan kelurahan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa melalui penguatan sektor pangan, distribusi hasil produksi masyarakat, pengembangan UMKM, hingga peningkatan akses ekonomi bagi warga pedesaan.
Selain menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, KDKMP juga diproyeksikan menjadi penggerak utama rantai pasok pangan nasional yang terintegrasi dengan potensi lokal di masing-masing daerah. Dengan dukungan fasilitas usaha dan pergudangan yang memadai, koperasi diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk desa sekaligus memperluas akses pasar masyarakat.
Pemerintah optimistis kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menjadi tonggak baru kebangkitan ekonomi desa yang berbasis gotong royong, memperkuat ekonomi lokal, serta mendorong pemerataan kesejahteraan nasional dari desa menuju Indonesia yang lebih mandiri dan berdaya saing.
(puspen/red)
