-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Wartawan Senior Sumbar Drs. Syahrial Aziz Berpulang, Jejak Kritisnya Dikenang

Selasa, 05 Mei 2026 | Mei 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-05T10:59:52Z
Sosok Drs. Syahrial Aziz dikenang sebagai wartawan tegas, kritis, dan berdedikasi tinggi.


Padang, MP----- Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Sumatera Barat. Wartawan senior, Drs. Syahrial Aziz, telah berpulang ke Rahmatullah pada Selasa pagi, 5 Mei 2026. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan insan pers yang mengenalnya sebagai sosok tegas, kritis, dan berintegritas.

Wartawan dari berbagai media hadir melayat, mengenang sosok kritis dan berintegritas.


Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Jalan Flores Nomor 22, Ulak Karang Utara, Kota Padang. Sejak pagi, rumah duka dipadati pelayat dari berbagai kalangan. Wartawan dari beragam media, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar silih berganti datang untuk memberikan penghormatan terakhir.


Suasana haru begitu terasa. Sejumlah rekan seprofesi mengenang almarhum sebagai figur yang konsisten menjaga idealisme jurnalistik. Darmen Rajo Alam dari media momenpembaruan.com menyampaikan bahwa almarhum adalah wartawan yang tidak pernah kompromi terhadap kebenaran.


“Beliau sosok yang keras dalam prinsip, tajam dalam tulisan, dan berani menyuarakan fakta. Dunia pers kehilangan salah satu penjaga marwahnya,” ujarnya dengan nada penuh kehilangan.


Hal senada diungkapkan Datuk Malus, sahabat dekat almarhum. Ia mengenang kebersamaan panjang yang telah terjalin selama puluhan tahun. “Beliau bukan hanya sahabat, tapi juga tempat bertukar pikiran. Sosok yang selalu jujur dan apa adanya. Kehilangan ini sangat mendalam bagi saya pribadi,” tuturnya.


Sementara itu, Rosman, seorang pengusaha yang juga dekat dengan almarhum, menilai Syahrial Aziz sebagai mitra yang profesional dan berintegritas. “Beliau keras, tapi itu karena komitmennya terhadap kebenaran. Sebagai sahabat, beliau sangat setia. Sebagai wartawan, beliau sangat disegani,” katanya.


Dari kalangan warga setempat, kesan mendalam juga disampaikan. Banyak yang mengenal almarhum sebagai pribadi yang sederhana dan mudah bergaul. “Beliau sering berinteraksi dengan masyarakat, tidak pernah membeda-bedakan. Kami kehilangan sosok yang peduli dan dekat dengan warga,” ungkap salah seorang pelayat.


Beberapa wartawan muda yang hadir juga mengaku banyak belajar dari almarhum. Sosoknya dianggap sebagai panutan dalam menjalankan profesi jurnalistik secara profesional dan berani. “Beliau selalu mengingatkan kami untuk menulis dengan hati nurani dan keberanian,” ujar salah seorang wartawan.


Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum terlebih dahulu dishalatkan di Masjid Al Hidayah. Ratusan pelayat turut mengikuti shalat jenazah, memenuhi saf-saf masjid sebagai bentuk penghormatan terakhir. Doa-doa dipanjatkan dengan penuh khusyuk, memohon agar almarhum diampuni segala dosanya dan ditempatkan di surga Allah SWT.


Pada Selasa sore, 5 Mei 2026, almarhum dimakamkan di TPU Tunggul Hitam, Padang. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat, diiringi doa dan penghormatan dari keluarga, sahabat, serta rekan-rekan sejawat.


Kepergian Drs. Syahrial Aziz bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia pers Sumatera Barat. Warisan nilai, keberanian, dan integritas yang ia tinggalkan akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi wartawan selanjutnya.

(Red/mp)

×
Berita Terbaru Update