-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

AHY Perkuat Kolaborasi dengan Danantara, Percepat Pembiayaan Infrastruktur Strategis Nasional

Rabu, 17 Juni 2026 | Juni 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-17T09:34:29Z
Menko AHY menghadiri rapat gabungan bersama BPI Danantara membahas percepatan pembiayaan proyek prioritas nasional di Jakarta.


Jakarta, MP----- Pemerintah terus memperkuat sinergi antarlembaga untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis nasional yang berkelanjutan. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mendorong penguatan kolaborasi dengan Badan Pengelola Investasi Danantara guna memperluas dukungan pembiayaan bagi proyek-proyek prioritas pemerintah.


Komitmen tersebut disampaikan AHY usai menghadiri Rapat Gabungan Dewan Pengawas dan BPI Danantara di Jakarta, Senin (15/6/2026), yang membahas strategi pendanaan jangka panjang untuk mendukung agenda pembangunan nasional.


Menurut AHY, keberadaan Danantara melalui skema Danantara Development Management Fund (DDMF) berpotensi menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat realisasi berbagai proyek infrastruktur esensial yang membutuhkan investasi besar dan berkelanjutan.


“Bagi kami di Kemenko Infrastruktur, DDMF akan menjadi mitra strategis karena salah satu fokus utamanya adalah pembangunan nasional dan infrastruktur esensial yang sejalan dengan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto,” ujar AHY.


Rapat tersebut turut dihadiri para menteri koordinator, menteri terkait, serta jajaran pimpinan BPI Danantara, di antaranya Chief Executive Officer (CEO) Rosan Roeslani, Chief Investment Officer (CIO) Pandu Sjahrir, Chief Operating Officer (COO) Dony Oskaria, dan Chief Transformation Officer (CTO) Sigit Puji Santosa.


Pertemuan tersebut secara khusus membahas berbagai proyek prioritas nasional yang dinilai memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan konektivitas antarwilayah, penguatan ketahanan kawasan, percepatan pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Salah satu proyek yang mendapat perhatian serius adalah pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa yang dirancang untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman perubahan iklim, penurunan muka tanah, dan kenaikan permukaan air laut.


AHY menjelaskan, proyek tersebut menjadi sangat penting terutama bagi wilayah pesisir utara Pulau Jawa, termasuk kawasan Teluk Jakarta serta daerah Semarang, Kendal, dan Demak yang selama ini menghadapi risiko banjir rob dan abrasi pantai.


Dalam perspektif pembangunan nasional, kolaborasi antara pemerintah dan Danantara dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pembiayaan pembangunan yang lebih modern, terintegrasi, dan berorientasi jangka panjang.


Model kemitraan tersebut diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur berskala besar tanpa sepenuhnya bergantung pada pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sekaligus membuka ruang partisipasi investasi yang lebih luas.


Pemerintah optimistis, sinergi lintas sektor dan penguatan kelembagaan investasi akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan agenda transformasi pembangunan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam membangun infrastruktur yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim global.

(Ns/MP)

×
Berita Terbaru Update