-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Azerbaijan Jadi Inspirasi Transisi Hijau, FDI Dorong Indonesia Percepat Energi Bersih dan Restorasi Ekosistem

Senin, 08 Juni 2026 | Juni 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-08T07:13:10Z

Padang, MP----- Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang dipusatkan di Kota Baku, Republik Azerbaijan, mendapat perhatian dari berbagai kalangan internasional, termasuk dari Indonesia. Pendiri Utama Forum Dinamika Indonesia (FDI), Nof Hendra, menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Azerbaijan yang dinilainya berhasil menempatkan isu lingkungan dan transisi energi sebagai agenda strategis pembangunan nasional.


Melalui keterangan tertulis yang diterima media di Padang, Senin (8/6/2026), Nof Hendra menilai langkah Azerbaijan layak menjadi rujukan bagi negara-negara berkembang dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.


Menurutnya, Azerbaijan saat ini menunjukkan keseriusan dalam membangun masa depan rendah karbon melalui pengembangan energi terbarukan dan berbagai program lingkungan yang terukur. Negara di kawasan Kaukasus tersebut menargetkan porsi energi terbarukan mencapai 30 persen pada 2030 serta pengurangan emisi karbon hingga 40 persen pada 2035.


Komitmen itu tidak berhenti pada tataran kebijakan. Azerbaijan telah merealisasikan sejumlah proyek energi bersih berskala besar, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Garadagh berkapasitas 230 megawatt dan Ladang Angin Khizi-Absheron berkapasitas 240 megawatt. Di ibu kota Baku, modernisasi transportasi publik dilakukan melalui penggunaan armada bus rendah emisi serta pengembangan infrastruktur kendaraan listrik.


Sementara itu, wilayah Karabakh dan Zangezur Timur dikembangkan sebagai kawasan “nol emisi” yang mengintegrasikan pemanfaatan energi terbarukan dengan program restorasi ekosistem. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi nasional Azerbaijan dalam membangun ekonomi hijau yang berkelanjutan.


“Langkah Azerbaijan menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan dapat berjalan beriringan apabila didukung oleh visi politik yang kuat dan investasi jangka panjang,” ujar Nof Hendra.


Dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Azerbaijan mengangkat tiga fokus utama, yakni konservasi keanekaragaman hayati dan restorasi ekosistem, aksi iklim, serta percepatan pengembangan energi terbarukan.


Bagi Nof Hendra, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi global saat ini yang menghadapi ancaman serius akibat krisis iklim dan degradasi lingkungan. Ia mengutip data resmi World Environment Day yang menyebutkan bahwa kawasan perkotaan menyumbang sekitar 70 persen emisi global. Pada saat yang sama, suhu bumi telah melampaui ambang batas kenaikan 1,5 derajat Celsius yang selama ini menjadi target utama dalam berbagai kesepakatan iklim internasional.


Meski demikian, ia menegaskan masih tersedia peluang untuk menekan laju pemanasan global apabila negara-negara di dunia segera melakukan langkah korektif melalui transisi energi bersih, efisiensi energi, dan perlindungan ekosistem.


Nof Hendra juga merujuk sejumlah hasil kajian akademik yang menunjukkan bahwa aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi, menjadi penyebab utama meningkatnya emisi gas rumah kaca. Dampaknya semakin nyata melalui meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem, kenaikan permukaan laut, hingga berkurangnya keanekaragaman hayati di berbagai belahan dunia.


“Hutan dan lautan adalah bagian integral lingkungan kita yang menyediakan oksigen, sumber pangan, serta habitat bagi jutaan spesies. Ketika ekosistem rusak, yang dipertaruhkan bukan hanya lingkungan, tetapi juga masa depan generasi mendatang,” tegasnya.


Melihat keberhasilan Azerbaijan dalam mendorong transformasi hijau, FDI mendesak pemerintah Indonesia untuk mempercepat berbagai kebijakan yang mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Langkah tersebut mencakup percepatan pengembangan energi baru terbarukan, penerapan pola hidup berkelanjutan, serta peningkatan program restorasi ekosistem di berbagai daerah.


Menurut Nof Hendra, target energi terbarukan Azerbaijan dapat menjadi cermin bagi Indonesia untuk meningkatkan ambisi dalam mencapai target net zero emission. Sebagai negara dengan potensi energi surya, panas bumi, hidro, dan angin yang sangat besar, Indonesia dinilai memiliki peluang lebih luas untuk menjadi pemimpin transisi energi di kawasan Asia Tenggara.


“Oleh karena itu, pengurangan emisi gas rumah kaca harus menjadi prioritas nasional melalui percepatan transisi energi bersih. Target energi terbarukan Azerbaijan pada 2030 dapat menjadi inspirasi bagi Indonesia untuk bergerak lebih cepat dan lebih berani,” ujarnya.


FDI berharap momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tidak hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan menjadi titik penguatan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi krisis iklim. Menurut organisasi tersebut, perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan tantangan nyata yang sudah dirasakan masyarakat saat ini dan membutuhkan respons melalui kebijakan yang progresif, anggaran hijau yang memadai, serta partisipasi aktif publik.


Di tengah meningkatnya tekanan terhadap lingkungan global, pengalaman Azerbaijan menunjukkan bahwa keberanian politik, investasi hijau, dan kesadaran masyarakat dapat menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.

(Red/Nf)

×
Berita Terbaru Update