Padang, MP----- Disiplin dan kesiapsiagaan menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Sedikit saja kelalaian dalam menjalankan tanggung jawab, dampaknya dapat berisiko besar terhadap keselamatan masyarakat maupun personel yang bertugas.
Pesan itu disampaikan Dansat Brimob Polda Sumatera Barat, Kombes. Pol. Lukman Syafri Dandel Malik, Sik., MH., saat berbincang santai bersama sejumlah wartawan di sela makan siang di Rumah Makan Pulai, Padang, Selasa (9/6/2026).
Dalam suasana penuh keakraban, perwira menengah Polri yang dikenal dekat dengan kalangan jurnalis tersebut berbagi pengalaman selama bertugas di sejumlah daerah konflik di Indonesia, seperti Aceh, Ambon, dan Poso.
Menurutnya, pengalaman lapangan telah mengajarkan bahwa ancaman dapat datang kapan saja, baik dalam situasi konflik maupun saat kondisi terlihat aman dan terkendali.
"Saya pernah melihat sendiri anggota yang menjadi sasaran tembakan ketika bertugas di pos penjagaan saat konflik di Poso. Peristiwa seperti itu memberikan pelajaran berharga bahwa disiplin dan kewaspadaan tidak boleh berkurang sedikit pun," ujarnya.
Ia menambahkan, ancaman keamanan tidak selalu muncul di wilayah konflik. Dalam kondisi yang tampak normal sekalipun, potensi gangguan keamanan tetap ada. Sebagai contoh, ia menyinggung peristiwa bom yang pernah mengguncang kawasan Sarinah, Jakarta, yang menjadi pengingat bahwa aksi teror dapat terjadi tanpa diduga.
Karena itu, kata Lukman, setiap personel Polri harus selalu berada dalam posisi siap dan menjalankan prosedur pengamanan secara disiplin.
"Ketika ada orang masuk ke lingkungan kantor atau objek yang dijaga, tidak ada yang bisa memastikan seratus persen bahwa situasinya aman. Jika ada yang membawa bahan berbahaya atau benda yang mengancam keselamatan, kelalaian sekecil apa pun dapat menimbulkan korban dalam jumlah besar. Karena itu disiplin adalah hal yang utama," tegasnya.
Kepemimpinan Tegas yang Humanis
Di balik ketegasannya dalam menanamkan budaya disiplin kepada anggota, Lukman dikenal memiliki pendekatan yang humanis dan terbuka dalam berkomunikasi dengan berbagai kalangan, termasuk insan pers.
Ketua KJI (Kolaborasi Jurnalis Indonesia) Kota Padang, Mukhtisar, SH, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menilai sosok Dansat Brimob Polda Sumbar sebagai pemimpin yang tegas namun tetap bersahaja.
"Saya mengenal beliau sejak masih berpangkat Kompol. Beliau sangat tegas dalam menjalankan tugas, tetapi juga humanis, mudah diajak berdiskusi, dan selalu terbuka dalam berkomunikasi," ujar Mukhtisar.
Penilaian tersebut sejalan dengan pandangan banyak kalangan jurnalis di Sumatera Barat yang melihat Lukman sebagai figur pemimpin yang memahami pentingnya kemitraan antara institusi kepolisian dan media massa. Baginya, pers bukan sekadar penyampai informasi kepada publik, tetapi juga mitra strategis dalam membangun edukasi, menjaga kondusivitas daerah, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Hubungan yang terjalin baik antara Brimob Polda Sumbar dan insan pers terlihat dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam forum-forum informal yang menjadi ruang dialog terbuka untuk bertukar pandangan mengenai isu keamanan, pelayanan publik, dan pembangunan daerah.
Suasana hangat tersebut juga terlihat pada pertemuan makan siang kali ini. Dansat Brimob Polda Sumbar didampingi sejumlah pejabat dan personel jajarannya, sementara Ketua KJI Kota Padang Mukhtisar hadir bersama Pemimpin Redaksi Media Momen Pembaruan.com, Darmen Rajo Alam.
Pertemuan sederhana itu menjadi gambaran bahwa komunikasi yang baik antara aparat keamanan dan insan jurnalistik dapat menjadi modal penting dalam menghadirkan informasi yang akurat, membangun kesadaran publik, serta menjaga stabilitas dan keamanan di tengah masyarakat.
(Red/MP)
