Padang, MP----- Forum Dinamika Indonesia (FDI) mengapresiasi langkah Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, yang terus mendorong kelancaran pembangunan Flyover Panorama I Sitinjau Lauik, Sumatera Barat. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memastikan proyek strategis nasional itu dapat berjalan tanpa hambatan hingga tuntas.
Pendiri Utama FDI, Nof Hendra, mengatakan pembangunan flyover di kawasan Sitinjau Lauik merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat Sumatera Barat karena memiliki dampak besar terhadap keselamatan pengguna jalan, kelancaran transportasi, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pernyataan Andre Rosiade menunjukkan keberpihakan nyata kepada keselamatan masyarakat Sumbar. Flyover Sitinjau Lauik bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi investasi untuk menyelamatkan nyawa manusia sekaligus mendukung masa depan ekonomi daerah,” kata Nof Hendra dalam keterangan tertulis di Padang, Senin (8/6).
Menurutnya, dukungan politik yang diberikan Andre Rosiade sangat krusial mengingat proyek tersebut sempat menghadapi sejumlah kendala pada tahap awal pelaksanaan. Padahal, pembangunan flyover telah lama dinantikan masyarakat karena jalur Sitinjau Lauik dikenal sebagai salah satu ruas jalan paling ekstrem di Sumatera Barat.
Nof menjelaskan, keberadaan flyover akan menjadi solusi atas tiga persoalan utama yang selama ini dihadapi masyarakat dan pelaku usaha di wilayah tersebut.
Pertama, aspek keselamatan. Jalur Sitinjau Lauik memiliki tanjakan curam dan tikungan tajam yang kerap menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas. Kehadiran flyover diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan dan menekan angka korban jiwa.
Kedua, kelancaran transportasi dan logistik. Ruas Padang–Solok yang menjadi jalur utama distribusi barang menuju berbagai daerah di Sumatera dan Pulau Jawa sering mengalami kemacetan maupun gangguan akibat kondisi cuaca dan longsor. Flyover diyakini dapat mempercepat mobilitas orang dan barang.
Ketiga, peningkatan ekonomi daerah. Infrastruktur yang lebih aman dan efisien akan menurunkan biaya logistik, meningkatkan daya saing usaha, menarik investasi baru, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Sumatera Barat.
“Jika flyover ini selesai dibangun, Sumbar akan memiliki jalur transportasi yang lebih aman dan efisien. Distribusi barang menjadi lebih cepat, akses wisata semakin baik, dan keselamatan masyarakat lebih terjamin,” ujarnya.
FDI juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, kontraktor pelaksana, hingga masyarakat sekitar, untuk bersama-sama mengawal kelancaran pembangunan proyek tersebut.
Menurut Nof, pengawasan yang ketat, transparansi penggunaan anggaran, serta partisipasi masyarakat menjadi faktor penting agar proyek strategis tersebut tidak mengalami hambatan teknis maupun birokrasi.
“Jangan sampai proyek yang sangat dibutuhkan masyarakat ini terhambat di tengah jalan. Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke kawasan Sitinjau Lauik,” tegasnya.
FDI berharap pembangunan Flyover Panorama I Sitinjau Lauik dapat menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, wakil rakyat, dan masyarakat dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi keselamatan publik serta percepatan pembangunan ekonomi daerah.
(Red/MP)
