-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

FDI Apresiasi Komitmen Gubernur Papua Prioritaskan Jagung Petani Lokal untuk Industri Pakan

Sabtu, 06 Juni 2026 | Juni 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-06T03:24:59Z

Padang, MP----- Pendiri Utama Forum Dinamika Indonesia (FDI), Nof Hendra, mengapresiasi komitmen Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, yang meminta pabrik pakan Garuda Bumi Papua di Kabupaten Keerom memprioritaskan penggunaan bahan baku dari petani lokal.


Menurut Nof Hendra, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memastikan investasi yang masuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Papua.


Sebelumnya, saat peletakan batu pertama pembangunan pabrik pakan Garuda Bumi Papua di Keerom, Rabu (3/6/2026), Gubernur Mathius D. Fakhiri menegaskan bahwa kehadiran investasi harus berdampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.


“Untuk itu investasi yang masuk harus memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas Fakhiri di Jayapura, Kamis (4/6/2026).


Menanggapi hal tersebut, Nof Hendra menilai arahan gubernur telah menunjukkan keberpihakan terhadap petani sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi daerah.


“Gubernur Fakhiri sudah membuka jalannya. Jagung petani Papua harus menjadi tuan rumah di pabrik Keerom. Ini langkah strategis untuk ketahanan pangan dan hilirisasi pertanian. Kalau pabrik pakan berjalan tetapi bahan bakunya masih impor, maka manfaat ekonominya tidak sepenuhnya dirasakan masyarakat Papua,” kata Nof Hendra melalui pesan WhatsApp, Sabtu (6/6/2026).


FDI mencatat sedikitnya tiga peluang besar yang dapat lahir dari kehadiran pabrik pakan tersebut. Pertama, membuka pasar yang lebih pasti bagi hasil panen jagung petani lokal. Kedua, menjadi fondasi pengembangan industri pertanian dan peternakan yang terintegrasi. Ketiga, menciptakan peluang lahirnya pengusaha muda Papua di sektor agribisnis.


Namun demikian, FDI mengingatkan bahwa keberhasilan program tersebut memerlukan dukungan kebijakan yang konsisten. Nof Hendra menilai perlu adanya kontrak pembelian yang jelas antara perusahaan dengan koperasi maupun kelompok tani, sehingga petani memiliki kepastian harga dan volume penjualan.


Selain itu, pemerintah daerah bersama pihak perusahaan juga diharapkan memberikan pendampingan kepada petani mulai dari penyediaan bibit, peningkatan kualitas budidaya hingga penanganan pascapanen.


FDI juga mendorong adanya sistem monitoring yang transparan melalui publikasi berkala data serapan jagung lokal agar masyarakat dapat ikut mengawasi pelaksanaan komitmen tersebut.


“Data serapan jagung lokal perlu diumumkan secara berkala. Dengan begitu publik bisa memastikan bahwa petani Papua benar-benar menjadi bagian utama dari rantai pasok industri ini,” ujarnya.


Menurut Nof Hendra, Papua memiliki potensi besar untuk mewujudkan swasembada pangan jika didukung oleh investasi yang berpihak kepada masyarakat lokal dan mampu menghubungkan sektor produksi dengan industri pengolahan.


“Pabrik Garuda Bumi Papua bisa menjadi fondasi awal menuju kemandirian pangan Papua. Namun kuncinya satu, petani Papua harus menjadi pemain utama, bukan sekadar penonton di tanahnya sendiri,” pungkasnya.

(Red/nf)

×
Berita Terbaru Update