Padang, MP----- Forum Dinamika Indonesia (FDI) mengumumkan nominasi 10 media massa online terbaik se-Indonesia periode Mei–Juni 2026. Penghargaan tersebut diberikan kepada media yang dinilai konsisten menyajikan informasi berkualitas, akurat, dan berkontribusi dalam mengawal berbagai isu strategis nasional.
Pengumuman disampaikan Pendiri Utama FDI, Nof Hendra, melalui keterangan tertulis yang diterima awak media di Padang, Jumat (12/6/2026).
Menurut Nof Hendra, penilaian dilakukan terhadap sekitar 46 media mitra FDI yang selama ini aktif mengangkat berbagai persoalan publik, mulai dari sektor maritim, lingkungan hidup, hukum, hak asasi manusia, politik, demokrasi, ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga isu pertahanan dan keamanan nasional.
“Intinya ada sembilan kata kunci yang kami jadikan parameter utama, yakni Berani, Fakta, Data, Tajam, Inspiratif, Lugas, Tuntas, Cepat, dan Konsisten. Sembilan nilai ini menjadi kebutuhan utama masyarakat dalam mengakses informasi di era digital saat ini,” ujar Nof Hendra.
Ia menjelaskan, proses seleksi mengacu pada dua indikator utama, yakni kriteria umum dan kriteria khusus. Pada kriteria umum, FDI menilai tingkat keterlibatan media dalam mengawal dan memberitakan isu-isu strategis yang relevan dengan kepentingan publik. Sementara pada kriteria khusus, penilaian difokuskan pada akurasi data, kualitas penulisan, kedalaman analisis, kecepatan penyajian berita, serta kepatuhan terhadap fungsi pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, FDI menetapkan 10 media online terbaik nasional periode Mei–Juni 2026, yaitu Momenpembaruan.com, Sinyalgonews.com, Sorothukum.com, Integritasmedia.com, Dekadepos.id, ForumSumbar.com, Faktahukum86.com, iNews86.com, Ranahriau.com, dan Liputan4.com.
Nof Hendra menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers yang selama ini aktif mendukung penyebarluasan gagasan dan pemikiran independen demi kemajuan bangsa.
“Penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga motivasi agar media tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional, independen, dan bertanggung jawab,” katanya.
Ia juga memberikan semangat kepada media yang belum masuk dalam daftar nominasi agar terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik dan tetap berkomitmen menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Persaingan media online semakin ketat. Hanya media yang mampu menjaga kualitas, memahami kebutuhan pembaca, dan terus berinovasi yang akan bertahan. Karena itu, media harus terus belajar, melakukan perbaikan berkelanjutan, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak,” tegasnya.
Selain menyoroti peran media, FDI juga mengingatkan masyarakat agar semakin cerdas dalam mengonsumsi informasi. Di tengah derasnya arus informasi digital, publik diminta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Jika menemukan informasi yang meragukan atau berpotensi mengandung unsur provokasi, propaganda, maupun SARA, masyarakat harus melakukan verifikasi dan cross check terhadap sumber informasi tersebut sebelum mempercayai atau menyebarkannya,” ujar Nof Hendra.
Sementara itu, Pimpinan Momenpembaruan.com, Darmen Rajo Alam, menyambut positif masuknya media yang dipimpinnya dalam daftar nominasi tersebut. Menurutnya, apresiasi dari FDI menjadi penyemangat bagi insan pers untuk terus menjaga profesionalisme dan kualitas pemberitaan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan apresiasi yang diberikan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat serta tetap menjaga komitmen dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Menutup keterangannya, Nof Hendra mengajak seluruh insan pers nasional untuk terus mengawal keterbukaan informasi publik dan menjalankan fungsi pengawasan sosial sebagaimana diamanatkan undang-undang serta Kode Etik Jurnalistik.
“Pers memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi. Karena itu, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus menjadikan media sebagai mitra dalam membangun bangsa. Mencegah persoalan sejak dini jauh lebih baik daripada melakukan penindakan setelah masalah menjadi besar,” pungkasnya.
Forum Dinamika Indonesia (FDI) sendiri merupakan wadah diskusi dan pertukaran gagasan independen yang secara konsisten mengkaji berbagai isu strategis nasional dari Sabang hingga Merauke dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
(Red/MP)
