![]() |
| Kemensetneg dan Kedutaan Besar RRT menggelar “Silk Road Night Market Reunion” sebagai wadah memperkuat jejaring alumni kerja sama teknis Indonesia–Tiongkok. |
Jakarta, MP----- Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) melalui Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri (KTLN) berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menggelar Alumni Gathering: Indonesia-China Technical Cooperation Program di Gedung Krida Bhakti Kemensetneg, Kamis (11/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Silk Road Night Market Reunion” tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring alumni program kerja sama teknis Indonesia–Tiongkok sekaligus mendorong pengembangan kapasitas sumber daya manusia aparatur negara.
Acara ini tercatat sebagai forum resmi pertama yang mempertemukan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang pernah mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan Pemerintah Tiongkok. Kehadiran para alumni dari beragam sektor menunjukkan besarnya kontribusi program kerja sama teknis dalam mendukung peningkatan kompetensi ASN Indonesia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Duta Besar RRT untuk Indonesia, para menteri, serta pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama dari 16 kementerian dan lembaga. Kehadiran para pemangku kepentingan strategis ini menegaskan komitmen kedua negara dalam memperkuat kemitraan melalui pengembangan sumber daya manusia dan pertukaran pengetahuan.
Lebih dari sekadar ajang silaturahmi, Alumni Gathering ini dirancang sebagai pilot project pengembangan model keterlibatan alumni (alumni engagement) yang bertujuan membangun kolaborasi berkelanjutan antaralumni, memperluas jejaring profesional lintas instansi, serta mengoptimalkan manfaat program peningkatan kapasitas yang telah diikuti peserta.
Melalui forum tersebut, para alumni didorong untuk terus berkontribusi dalam mengimplementasikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan, sekaligus menjadi katalisator inovasi di lingkungan kerja masing-masing. Jejaring alumni yang kuat diharapkan dapat melahirkan berbagai inisiatif kolaboratif yang mendukung agenda pembangunan nasional.
Kemensetneg menilai keberlanjutan hubungan antaralumni merupakan faktor penting dalam memastikan hasil pelatihan tidak berhenti pada individu peserta, tetapi dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi institusi dan masyarakat. Karena itu, penguatan komunikasi dan kolaborasi antaralumni menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan program ke depan.
Selain memperkuat kapasitas SDM, forum ini juga memiliki dimensi diplomasi yang strategis. Para alumni diharapkan mampu mengambil peran sebagai “jembatan diplomasi” yang mempererat hubungan Indonesia dan Tiongkok melalui kerja sama yang dilandasi saling percaya, saling menghormati, dan saling menguntungkan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kemensetneg dan Kedutaan Besar RRT berharap tercipta ekosistem alumni yang aktif, produktif, dan berkelanjutan, sehingga kerja sama teknis antara Indonesia dan Tiongkok dapat terus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas aparatur negara serta penguatan hubungan bilateral kedua negara.
(Ns/MP)
