-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Kepala SDN 01 Kampung Jawa 1 Pastikan Revitalisasi Sesuai Juklak dan Juknis

Kamis, 18 Juni 2026 | Juni 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-18T13:39:39Z
SDN 01 Kampung Jawa 1 menjadi salah satu sekolah dengan progres revitalisasi tercepat berdasarkan pemantauan pemerintah pusat.


Pariaman, MP----- Pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SDN 01 Kampung Jawa 1, Kota Pariaman, menunjukkan progres yang signifikan. Bahkan, sekolah tersebut disebut sebagai salah satu satuan pendidikan dengan capaian pengerjaan tercepat berdasarkan pemantauan dari pemerintah pusat.


Kepala SDN 01 Kampung Jawa 1, Desi Rahmawati, S.Pd., yang ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (18/6/2026), menegaskan seluruh proses pembangunan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap petunjuk pelaksanaan (juklak) serta petunjuk teknis (juknis) Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.


Menurutnya, pelaksanaan program tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah, tetapi melibatkan berbagai unsur mulai dari sekolah, masyarakat hingga tenaga profesional yang memiliki kompetensi di bidangnya.


"Pelaksanaan pekerjaan revitalisasi di sekolah kami melibatkan pihak sekolah sebagai penanggung jawab dan bendahara. Ketua pelaksana berasal dari unsur masyarakat, kemudian didampingi dua orang tenaga konsultan, yakni Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas," ujar Desi.


Ia menjelaskan, tenaga yang ditunjuk dalam proses pendampingan merupakan personel yang memiliki sertifikasi sesuai bidang keahlian masing-masing.


"Orang yang terpilih memang yang memiliki sertifikat di bidang pengawasan dan perencanaan. Pengawas kami sempat tidak masuk selama tiga hari karena sakit dan dirawat di rumah sakit, tetapi secara keseluruhan proses pendampingan tetap berjalan," katanya.


Desi mengungkapkan, koordinasi dengan konsultan perencana berlangsung secara intensif selama pekerjaan berjalan. Hal itu dilakukan untuk menyesuaikan kondisi lapangan dengan kebutuhan riil tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.


Ia mencontohkan adanya perubahan jumlah pintu yang semula direncanakan sebanyak 20 unit menjadi 24 unit setelah dilakukan evaluasi teknis di lapangan. Perubahan tersebut kemudian dituangkan melalui mekanisme Contract Change Order (CCO) yang sah dan terdokumentasi.


"Konsultan perencana cukup sering datang. Kadang ada pekerjaan yang berbeda dengan rencana awal. Misalnya jumlah pintu yang bertambah, maka kami selalu berkoordinasi sehingga lahirlah CCO yang sudah dikirimkan kepada kami sampai minggu ketujuh, sementara saat ini pekerjaan memasuki minggu kedelapan," jelasnya.


Pihak sekolah sendiri menargetkan pekerjaan rampung sebelum dimulainya tahun ajaran baru.


"Kami memiliki kontrak dengan kepala tukang sekitar 10 minggu pelaksanaan. Sebenarnya durasi kontraknya 150 hari atau sekitar lima bulan, tetapi kami tidak menggunakan waktu maksimal itu. Kalau bisa dipercepat, maka siswa sudah dapat memanfaatkan fasilitas baru saat tahun ajaran dimulai," ujarnya.


Menurut Desi, pemerintah pusat bahkan telah memberikan apresiasi terhadap percepatan pengerjaan yang dilakukan sekolah tersebut.


"Alhamdulillah, setelah tim pusat melihat langsung, sekolah kami menjadi salah satu yang paling cepat progres pekerjaannya," katanya.


Adapun pekerjaan yang dilaksanakan meliputi rehabilitasi atap bangunan, plafon, instalasi listrik, lantai serta penggantian jendela kayu menjadi aluminium yang dinilai lebih kuat dan tahan lama.


Sebagai penanggung jawab, Desi menegaskan pihaknya sangat ketat dalam menjaga kualitas material agar tetap sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan.


"Pekerjaan dilakukan sesuai rencana. Bahan yang dipakai harus sesuai spesifikasi. Misalnya, di dalam perencanaan tertulis menggunakan hollow ukuran 4x4. Setelah kami cari di Kota Pariaman ternyata tidak tersedia, yang ada hanya ukuran 3,5 x 3,5. Karena harus sesuai rencana, kami membeli material 4x4 itu ke Kota Padang," ungkapnya.


Ia memastikan tidak ada penggantian material yang berpotensi menurunkan kualitas pekerjaan.


"Kami tidak berani mengganti bahan yang sudah memiliki spesifikasi. Dari awal kami sudah mengingatkan pelaksana agar jangan mengganti bahan yang mengurangi mutu pekerjaan. Kalau tidak ada di Pariaman, kami cari ke tempat lain," tegasnya.


Desi menambahkan, ketentuan tersebut juga telah diatur secara jelas dalam juklak dan juknis program.


"Fasilitator selalu mengingatkan agar belanja material diprioritaskan di Kota Pariaman. Tetapi jika tidak tersedia, juklak dan juknis memperbolehkan membeli ke daerah lain seperti Padang. Yang tidak diperbolehkan adalah mengganti spesifikasi material hanya karena alasan ketersediaan," ujarnya.


Sejak pekerjaan dimulai, pihak sekolah juga menerapkan pola koordinasi cepat untuk memastikan kebutuhan material yang bersifat mendesak dapat segera dipenuhi.


"Begitu pekerjaan dimulai, kami langsung berkoordinasi dengan tukang mengenai bahan yang paling urgen seperti semen dan keramik agar selalu tersedia tepat waktu," katanya.


Menariknya, seluruh tenaga kerja yang dilibatkan dalam proyek revitalisasi tersebut berasal dari masyarakat sekitar lingkungan sekolah.


Keterlibatan warga setempat dinilai sejalan dengan semangat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman, layak, dan berkualitas.


Secara substansi, juklak dan juknis Program Revitalisasi Satuan Pendidikan memang menempatkan sekolah sebagai aktor utama pengelolaan kegiatan dengan prinsip swakelola, transparansi anggaran, pengawasan berlapis, serta pelibatan masyarakat. Setiap perubahan pekerjaan wajib melalui kajian teknis dan persetujuan resmi agar mutu bangunan tetap terjaga serta penggunaan anggaran negara dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel.


Dengan pola kerja tersebut, revitalisasi sekolah tidak sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga membangun tata kelola pendidikan yang profesional, partisipatif, dan berkelanjutan.

(Rajo.A/MP)

×
Berita Terbaru Update