![]() |
| Kepala SMPN 42 Padang, Firdaus, S.Pd., memaparkan capaian pembangunan dan kebutuhan prioritas sekolah kepada sejumlah jurnalis di ruang kerjanya, Senin (15/6/2026). |
Padang, MP----- Kepala SMP Negeri 42 Padang, Firdaus, S.Pd., terus mendorong peningkatan sarana dan prasarana pendidikan seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah yang dipimpinnya.
![]() |
| Pembangunan ruang kepala sekolah melalui dana pokir menjadi salah satu upaya peningkatan fasilitas penunjang layanan pendidikan di SMPN 42 Padang. |
Hal itu disampaikan Firdaus kepada sejumlah jurnalis di ruang kerjanya, Senin (15/6/2026), saat memaparkan capaian pembangunan dan sejumlah kebutuhan prioritas sekolah yang masih perlu mendapat dukungan pemerintah.
![]() |
| Kepala SMPN 42 Padang meninjau area lingkungan sekolah yang masih membutuhkan penanganan pengendalian banjir dan penambahan pagar belakang. |
Firdaus mengatakan, selama tiga tahun memimpin SMPN 42 Padang, perkembangan sekolah cukup signifikan, terutama dari sisi jumlah rombongan belajar (rombel) dan minat masyarakat yang terus meningkat setiap tahun ajaran baru.
Menurutnya, saat awal memimpin, SMPN 42 Padang hanya memiliki sembilan rombongan belajar. Kini jumlah tersebut telah bertambah menjadi 12 rombel.
"Ketika saya mulai memimpin, sekolah masih memiliki sembilan rombel. Alhamdulillah sekarang sudah berkembang menjadi 12 rombel. Setiap tahun ajaran baru jumlah murid terus meningkat. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada SMPN 42 Padang semakin besar," ujar Firdaus.
Ia menegaskan, meningkatnya kepercayaan masyarakat harus diimbangi dengan kesiapan sarana pendidikan yang memadai, khususnya ketersediaan ruang belajar.
"Kami harus menjawab kepercayaan masyarakat itu dengan penyediaan fasilitas yang memadai. Jangan sampai minat masyarakat terus meningkat, tetapi ketersediaan ruang belajar belum mampu mengimbanginya," katanya.
Firdaus menjelaskan, salah satu kebutuhan yang mulai terealisasi adalah pembangunan ruang kepala sekolah melalui dana pokok pikiran (pokir) Anggota DPRD Kota Padang, Iswandi, dari Fraksi PKB.
Menurutnya, ruang kepala sekolah yang selama ini digunakan sudah tidak lagi representatif karena berukuran kecil dan kurang mendukung aktivitas administrasi maupun pelayanan kepada tamu.
"Alhamdulillah, melalui anggaran pokir, ruang kerja kepala sekolah bisa dibangun. Ruang yang lama memang kurang representatif untuk menunjang kegiatan kedinasan," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa SMPN 42 Padang sebelumnya telah mengusulkan program revitalisasi sekolah. Namun, usulan tersebut terkendala persoalan administrasi karena sertifikat tanah sekolah belum terbit.
Kendala serupa dialami ketika sekolah memperoleh bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank BRI sebesar Rp600 juta pada 2025.
"Tahun 2025 kami mendapatkan dana CSR sebesar Rp600 juta, tetapi belum dapat direalisasikan karena terkendala sertifikat tanah. Saat ini pengukuran oleh BPN sudah dilakukan dan tinggal menunggu penerbitannya," kata Firdaus.
Ia berharap proses penerbitan sertifikat dapat segera selesai sehingga peluang mendapatkan bantuan pembangunan dari pemerintah maupun pihak swasta kembali terbuka.
Selain itu, Firdaus menyoroti kebutuhan ruang kelas belajar. Saat ini SMPN 42 Padang memiliki 387 siswa dengan 11 ruang kelas yang tersedia, sementara kebutuhan ideal mencapai 12 hingga 13 ruang belajar.
Tak hanya persoalan ruang kelas, pihak sekolah juga berharap adanya pembangunan pengendalian banjir pada aliran sungai yang berada di sekitar sekolah. Kondisi tanah yang terus mengalami pengikisan dikhawatirkan dapat mengancam keamanan lingkungan sekolah.
"Kami berharap pemerintah dapat segera membangun pengendalian banjir karena kondisi tanah terus tergerus dan perlu segera ditangani," ujarnya.
Pihak sekolah juga masih membutuhkan penambahan pagar lingkungan. Saat ini pagar baru terbangun di bagian depan dan samping, sedangkan sekitar seperempat area belakang sekolah masih belum dipagari.
Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, Firdaus menyebut sejumlah pembangunan telah berhasil diwujudkan selama masa kepemimpinannya, di antaranya pembangunan pagar lingkungan sekolah dalam dua tahap, pemasangan paving block di halaman depan, serta pembangunan musala sekolah.
Selain pembangunan fisik, SMPN 42 Padang juga memperkuat pendidikan karakter melalui pembiasaan ibadah di sekolah. Sejak diberlakukannya sistem full day school, seluruh siswa diwajibkan melaksanakan salat Zuhur dan Ashar berjamaah di musala sekolah.
Firdaus berharap dukungan pemerintah, legislatif, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan terus berlanjut agar SMPN 42 Padang mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas dan menjawab tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tersebut.
(Rajo.A/MP)


