-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Kepala SMPN 9 Pariaman: Bukan Pekerjaan Tambahan, Tapi Inisiatif Roy Perencana untuk Memperkuat Bangunan

Jumat, 12 Juni 2026 | Juni 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-12T13:29:03Z
Temuan lapangan pada beberapa bagian konstruksi menjadi perhatian berbagai pihak guna menjamin kualitas hasil pekerjaan.


Pariaman, MP----- Menanggapi sejumlah temuan di lapangan yang menjadi perhatian media, Kepala SMP Negeri 9 Pariaman, Yanti Octavia, S.Kom., memberikan penjelasan bahwa beberapa pekerjaan yang terlihat pada bangunan sekolah sebenarnya bukan merupakan pekerjaan tambahan yang tidak ada tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) awal.


Menurut Yanti, pekerjaan pemasangan bata dan pembesian pada bagian atas bangunan bukan merupakan penambahan konstruksi baru, melainkan penggantian bagian bangunan lama yang telah mengalami kerusakan akibat usia dan pengaruh cuaca.


"Itu bukan ditambah. Bagian singok lama itu sudah lapuk karena sering terkena hujan dan tampias air. Bisa ditanyakan langsung kepada perencana, Pak Roy. Pekerjaan itu memang tidak ada di dalam RAB," ujar Yanti saat dikonfirmasi media, Jumat (12/6/2026).


Ia menjelaskan, berdasarkan penjelasan yang diterimanya dari perencana, penggantian bagian bangunan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif demi meningkatkan keamanan dan ketahanan bangunan sekolah.


"Menurut beliau, kalau atapnya saja yang kuat sementara bagian bawahnya sudah lapuk, dikhawatirkan nanti saat terjadi guncangan atau gempa bisa membahayakan siswa. Karena itu dilakukan penggantian meskipun tidak masuk dalam RAB. Selain untuk memperkuat, secara tampilan juga menjadi lebih baik karena sudah menggunakan material aluminium menggantikan bagian lama yang sudah usang," katanya.


Yanti menyebut pekerjaan tersebut dilakukan atas inisiatif perencana sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi bangunan yang dinilai sudah mengalami penurunan kualitas.


"Ibaratnya bonus untuk sekolah. Tujuannya menjaga ketahanan bangunan. Sebelumnya bagian luar dan dalam hanya berupa tembok yang sudah banyak mengalami keretakan. Karena itu perencana menyarankan dilakukan penguatan tambahan meskipun pekerjaan tersebut tidak tercantum dalam RAB," jelasnya.


Menurut Yanti, pekerjaan pasangan bata, penambahan tulangan besi, serta beberapa pekerjaan penguatan lainnya pada bagian singok bangunan merupakan pekerjaan yang sejak awal memang tidak direncanakan dalam dokumen anggaran.


"Semua pekerjaan pada bagian singok itu tidak masuk dalam RAB. Itu inisiatif perencana agar bangunan lebih kuat dan lebih aman," ungkapnya.


Terkait pekerjaan pembesian yang juga menjadi perhatian dalam peninjauan lapangan, Yanti menyatakan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat struktur bangunan yang sebelumnya tidak memiliki penguatan sebagaimana kondisi saat ini.


"Sebelumnya tidak ada menggunakan besi seperti sekarang. Mungkin karena pertimbangan kekuatan struktur, akhirnya ditambah pembesian supaya lebih kuat," ujarnya.


Meski demikian, Yanti menegaskan seluruh pekerjaan tambahan tersebut tetap dikoordinasikan oleh pihak perencana bersama fasilitator program.


"Perencana tentu berkoordinasi terus dengan fasilitator. Mungkin juga ada pertimbangan teknis tertentu atau peluang penyesuaian pekerjaan melalui mekanisme yang diperbolehkan. Namun yang jelas tujuannya untuk memperkuat bangunan sekolah," tutupnya.


Dengan adanya penjelasan tersebut, pekerjaan tambahan yang menjadi perhatian publik kini menjadi bagian penting yang perlu mendapat kejelasan lebih lanjut dari pihak perencana, konsultan pengawas, maupun instansi teknis terkait, terutama menyangkut kesesuaian pelaksanaan di lapangan dengan dokumen perencanaan, spesifikasi teknis, dan mekanisme administrasi proyek yang berlaku.

(Rajo.A/MP)

×
Berita Terbaru Update