Padang, MP----- Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026, menjadi momentum penting bagi seluruh umat Muslim untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.
Hal tersebut disampaikan Ketua Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Kota Padang, Mukhtisar, SH, saat diwawancarai awak media terkait makna Tahun Baru Islam bagi insan pers dan jurnalis di tengah perkembangan informasi yang semakin cepat dan kompleks.
Menurut Mukhtisar, peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah bukan hanya memiliki nilai historis dan religius, tetapi juga mengandung pesan universal tentang perjuangan, kejujuran, pengorbanan, serta keberanian melakukan perubahan demi kemaslahatan umat.
"Momentum 1 Muharram hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun dalam kalender Islam. Lebih dari itu, ini adalah saat yang tepat untuk melakukan evaluasi diri, memperkuat iman, meningkatkan profesionalisme, dan memperbaiki kualitas pengabdian kita kepada masyarakat," ujar Mukhtisar di Padang, Selasa (16/6/2026).
Ia menegaskan bahwa semangat hijrah sangat relevan dengan profesi jurnalistik yang mengemban amanah besar dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Menurutnya, seorang jurnalis harus terus berhijrah dari informasi yang belum terverifikasi menuju pemberitaan yang akurat, dari kepentingan pribadi menuju kepentingan publik, serta dari sikap pasif menuju peran aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
"Jurnalis memiliki tanggung jawab moral yang besar. Di era digital saat ini, arus informasi bergerak begitu cepat. Karena itu, insan pers harus tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip jurnalistik, mengedepankan fakta, menjaga independensi, dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai kepentingan yang dapat mencederai profesi," tegasnya.
Mukhtisar juga mengajak seluruh anggota KJI dan insan pers di Indonesia untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai titik awal memperkuat integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
"Semangat hijrah harus menjadi semangat perubahan menuju kualitas yang lebih baik. Jika sebelumnya masih ada kekurangan dalam menjalankan tugas jurnalistik, maka tahun ini harus menjadi momentum untuk memperbaikinya. Jurnalis harus menjadi contoh dalam menjaga kejujuran, etika, dan tanggung jawab sosial," katanya.
Lebih lanjut, ia menilai pers memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan bangsa melalui pemberitaan yang menyejukkan, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat.
Menurutnya, di tengah tantangan penyebaran hoaks, disinformasi, dan polarisasi sosial, media massa harus hadir sebagai sumber informasi yang dapat dipercaya dan menjadi pilar demokrasi yang kuat.
"Pers bukan sekadar menyampaikan berita. Pers memiliki tanggung jawab untuk membangun optimisme, menjaga persatuan, dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Inilah nilai hijrah yang sesungguhnya, yaitu bergerak menuju kondisi yang lebih baik dan membawa manfaat bagi banyak orang," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Mukhtisar juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh jurnalis, baik yang bertugas di lapangan maupun di ruang redaksi.
"Saya mengajak seluruh rekan-rekan jurnalis untuk menjadikan 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum memperkuat integritas, meningkatkan kompetensi, serta menjaga marwah profesi wartawan. Mari berhijrah dari berita yang sekadar cepat menjadi berita yang benar, dari sensasi menuju edukasi, dan dari kepentingan kelompok menuju kepentingan masyarakat luas," pesannya.
Ia berharap semangat Tahun Baru Islam dapat menjadi energi positif bagi seluruh insan pers untuk terus berkarya, menjaga idealisme, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.
"Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk terus berhijrah menuju pribadi yang lebih baik, jurnalis yang lebih profesional, dan masyarakat yang lebih beradab. Karena sejatinya, kekuatan pers terletak pada kejujuran, dan kejujuran adalah fondasi utama membangun peradaban," tutup Mukhtisar, SH.
(Red/MP)
