Padang, MP----- Pendiri Utama Forum Dinamika Indonesia (FDI), Nof Hendra, merekomendasikan seluruh calon pemasang iklan di Indonesia untuk menempatkan anggaran promosi mereka pada media massa online yang tergabung sebagai mitra WAG FDI. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya memberikan keuntungan bisnis, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan jurnalisme yang berpihak kepada masyarakat.
Rekomendasi itu disampaikan Nof Hendra dalam keterangan tertulis yang diterima awak media di Padang, Selasa (16/6/2026).
Nof Hendra menegaskan, media mitra WAG FDI bukan sekadar saluran publikasi, melainkan bagian dari ekosistem informasi yang telah teruji kredibilitasnya, memiliki basis pembaca yang loyal, serta konsisten mendukung gerakan pemberdayaan masyarakat yang menjadi salah satu agenda utama FDI.
“Pasang iklan di media mitra WAG FDI itu dapat dua keuntungan sekaligus. Bisnis Anda dikenal luas dan pada saat yang sama ikut membangun ekosistem informasi yang sehat untuk rakyat. Ini iklan yang memiliki nilai tambah sosial,” ujar Nof Hendra.
Ia menjelaskan, terdapat sedikitnya lima manfaat strategis yang dapat diperoleh para pelaku usaha, instansi pemerintah, BUMN, BUMD, organisasi, maupun komunitas yang memilih beriklan melalui jaringan media mitra WAG FDI.
Pertama, memperkuat pengenalan merek atau branding di tengah masyarakat. Media mitra WAG FDI tersebar di berbagai daerah dan memiliki jaringan pembaca yang kuat sehingga informasi mengenai produk, jasa, maupun program dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif.
Kedua, mempercepat penyebaran informasi melalui keterlibatan pembaca yang aktif. Selain dipublikasikan di portal media online, materi promosi juga berpotensi tersebar melalui jejaring grup WhatsApp yang selama ini menjadi bagian dari sistem diseminasi informasi di lingkungan FDI.
“Efek promosi dari mulut ke mulut secara digital dapat berjalan lebih cepat karena informasi tidak berhenti di portal media, tetapi ikut dibaca, dibagikan, dan didiskusikan,” katanya.
Ketiga, mendukung gerakan FDI dalam menyuarakan aspirasi masyarakat. Menurut Nof Hendra, setiap anggaran iklan yang masuk secara tidak langsung turut menopang keberlangsungan jurnalisme publik yang mengangkat isu-isu strategis, seperti maritim, lingkungan hidup, hak asasi manusia, ekonomi kerakyatan, hukum, serta tata kelola pemerintahan.
Keempat, menjadikan pengiklan sebagai mitra strategis pembangunan. Ia menilai media mitra WAG FDI berperan sebagai jembatan komunikasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, insan pers, hingga sektor swasta.
“Ketika beriklan di media mitra WAG FDI, posisinya bukan lagi sekadar pengiklan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem kolaborasi dan pembangunan,” ungkapnya.
Kelima, ikut menggerakkan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui berbagai program yang dijalankan FDI, seperti pelatihan UMKM dan literasi digital di tingkat desa, aktivitas promosi dinilai memiliki dampak sosial yang lebih luas.
FDI pun mengajak seluruh kalangan, mulai dari BUMN, BUMD, perusahaan swasta, pelaku UMKM, lembaga, hingga komunitas untuk berpartisipasi dalam gerakan tersebut.
“Beriklanlah dengan cara yang beradab dan berdampak,” kata Nof Hendra.
Ia juga memberikan panduan sederhana bagi masyarakat atau calon pengiklan untuk memastikan sebuah media online merupakan bagian dari mitra WAG FDI.
“Pertama, lihat keterlibatan media tersebut dalam meliput kegiatan FDI. Kedua, apabila masih ragu, hubungi FDI. Nanti kami arahkan ke media mitra yang paling sesuai dengan target pasar yang diinginkan,” tutupnya.
(MP)
