Nagan Raya, MP----- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Aceh 2 di Kota Subulussalam dan Kabupaten Nagan Raya sebagai bagian dari upaya pemerintah mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat. Percepatan dilakukan agar sarana pendidikan tersebut siap digunakan pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Berdasarkan data per 14 Juni 2026, progres pembangunan Sekolah Rakyat Aceh 2 Kota Subulussalam telah mencapai 60 persen, sedangkan pembangunan Sekolah Rakyat Aceh 2 Kabupaten Nagan Raya telah mencapai 65 persen.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, turun langsung ke lapangan pada 13-14 Juni 2026 untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target, sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan teknis yang dihadapi di lapangan, terutama terkait distribusi material ke lokasi pembangunan.
Dalam peninjauannya, Dody menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah yang harus diselesaikan tepat waktu demi memberikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak Indonesia.
"Pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun masa depan generasi bangsa. Karena itu, seluruh proses percepatan harus dilakukan secara terukur, berkualitas, dan tetap mengutamakan keselamatan kerja agar sekolah dapat dimanfaatkan sesuai target Tahun Ajaran 2026/2027," ujar Menteri PU Dody Hanggodo.
Ia menambahkan, berbagai kendala di lapangan harus dijawab dengan langkah-langkah inovatif dan kolaboratif agar proses pembangunan tidak mengalami keterlambatan.
"Kami mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada, mulai dari percepatan pekerjaan struktur beton, pengiriman material melalui jalur laut dan udara, penyediaan batching plant, hingga penambahan alat berat di lapangan. Semua dilakukan agar target penyelesaian dapat tercapai tanpa mengurangi kualitas hasil pekerjaan," tegas Dody.
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas konstruksi berlangsung intensif dengan dukungan tenaga kerja dan peralatan yang terus ditambah. Para pekerja terlihat fokus menyelesaikan sejumlah pekerjaan utama, termasuk struktur bangunan, fasilitas pendukung, dan infrastruktur kawasan sekolah.
Keberadaan Sekolah Rakyat di Aceh menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan fasilitas pendidikan yang memadai.
Masyarakat setempat pun menyambut baik percepatan pembangunan tersebut. Mereka berharap kehadiran Sekolah Rakyat mampu membuka peluang pendidikan yang lebih luas sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Dengan pengawasan langsung dari Menteri PU dan berbagai strategi percepatan yang diterapkan, pemerintah optimistis pembangunan Sekolah Rakyat Aceh 2 di Kota Subulussalam dan Kabupaten Nagan Raya dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga kegiatan belajar mengajar dapat dimulai pada Tahun Ajaran 2026/2027.
(bakom.ri/MP)
