![]() |
| Panglima Korpasgat bersama jajaran TNI AU mengikuti pemaparan kesiapan latihan strategis Angkasa Yudha 2026. |
Jakarta, MP----- Komitmen TNI Angkatan Udara dalam memperkuat kesiapan tempur dan menghadapi dinamika ancaman modern kembali ditegaskan melalui pelaksanaan persiapan Latihan Angkasa Yudha 2026. Panglima Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), Deny Muis, menghadiri Laporan Kesiapan Latihan Angkasa Yudha 2026 yang digelar di Ruang Rapat Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Mabesau Cilangkap, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Kehadiran Panglima Korpasgat menegaskan kesiapan penuh satuan elite TNI AU tersebut dalam mendukung dan menyukseskan latihan puncak yang menjadi tolok ukur kemampuan operasional matra udara Indonesia.
Rapat kesiapan tersebut dipimpin oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau), Tedi Rizalihadi, selaku Wakil Pimpinan Umum Latihan (Wapimumlat), mewakili Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), M. Tonny Harjono.
Sebagai salah satu unsur strategis dalam kekuatan tempur TNI AU, Korpasgat memiliki peran vital dalam berbagai skenario operasi yang akan dilaksanakan selama Latihan Angkasa Yudha 2026. Keterlibatan Korpasgat menjadi bagian penting dalam menguji kesiapan personel, alutsista, serta kemampuan interoperabilitas antarsatuan dalam menghadapi berbagai potensi ancaman yang semakin kompleks.
Dalam arahannya, Wakasau memberikan apresiasi kepada seluruh satuan dan jajaran yang telah melakukan persiapan secara matang, termasuk Korpasgat yang menjadi salah satu komponen utama dalam pelaksanaan latihan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan Angkasa Yudha 2026 sangat bergantung pada soliditas dan sinergi seluruh unsur yang terlibat.
"Sinergi antarsatuan harus terus diperkuat guna menjamin kelancaran, keamanan, dan efektivitas pelaksanaan Angkasa Yudha 2026," tegas Marsdya TNI Tedi Rizalihadi.
Latihan Angkasa Yudha 2026 dirancang sebagai sarana pengujian kemampuan operasional dan kesiapsiagaan TNI AU dalam menghadapi spektrum ancaman modern yang terus berkembang. Selain mengasah kemampuan tempur, latihan ini juga menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas satuan dalam mendukung pelaksanaan operasi udara secara terpadu.
Melalui keterlibatan aktif Korpasgat bersama seluruh satuan kerja TNI AU, pelaksanaan Angkasa Yudha 2026 diharapkan berlangsung aman, efektif, realistis, serta mampu memberikan gambaran nyata tingkat kesiapan matra udara dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Turut hadir dalam rapat tersebut sejumlah pejabat utama TNI AU, di antaranya Inspektur Jenderal Angkatan Udara (Irjenau), Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas), Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AU (Dankodiklatau), Koordinator Staf Ahli Kasau, para Asisten Kasau, serta para Kepala Dinas di lingkungan Mabesau.
(puspen/MP)
