Padang, MP----- Langkah besar dalam memperkuat eksistensi perusahaan pers digital di Indonesia dimulai dari Kota Padang. Sebanyak 14 pendiri dari berbagai media online sepakat membentuk Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Media Online Nusantara (DPN-ASANTARA) dalam rapat yang berlangsung di Katagiaan Resto, Jumat (26/6/2026).
Melalui musyawarah mufakat, seluruh peserta menyetujui lahirnya organisasi media online berskala nasional yang diharapkan menjadi wadah pemersatu perusahaan pers di Indonesia dengan berlandaskan profesionalisme, independensi, integritas, serta menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.
Pimpinan rapat, Drs. H. Marlis, MM, C.Med., mengatakan pembentukan ASANTARA merupakan bentuk komitmen bersama untuk menghadirkan organisasi yang mampu menjawab tantangan industri media digital yang terus berkembang.
"ASANTARA dibentuk sebagai rumah besar bagi perusahaan media online di seluruh Indonesia. Organisasi ini diharapkan mampu memperkuat kualitas perusahaan pers, menjaga independensi pemberitaan, serta meningkatkan kontribusi media dalam pembangunan bangsa," ujar Marlis.
Dalam rapat tersebut, peserta secara aklamasi menetapkan susunan Pengurus Dewan Pimpinan Nasional ASANTARA periode 2026–2031, yakni Ketua Umum Drs. H. Marlis, MM, C.Med., Wakil Ketua Umum Darman Rajo Alam, Sekretaris Jenderal Zulfadli, ST, dan Bendahara Umum Mislinda Hayati, S.Ag., S.Pt., MM.
Forum juga menyepakati struktur organisasi yang terdiri dari Dewan Pembina, Dewan Pengawas, Dewan Kehormatan, Dewan Pimpinan Nasional (DPN), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), serta Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
Untuk memperkuat legalitas organisasi, rapat memberikan mandat kepada Ketua Umum bersama jajaran pengurus agar segera menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), melengkapi kepengurusan nasional, mengurus akta pendirian, pengesahan badan hukum, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), domisili organisasi, serta seluruh dokumen administrasi lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam jangka panjang, ASANTARA diproyeksikan menjadi organisasi media online berskala nasional dengan pembentukan kepengurusan di seluruh provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia. Organisasi ini juga merencanakan pemindahan kantor pusat ke Jakarta pada waktu yang dianggap tepat sebagai pusat koordinasi nasional.
Rapat pembentukan organisasi juga diwarnai berbagai pandangan dan harapan dari para peserta yang hadir. Mereka menilai kehadiran ASANTARA menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan perusahaan media online di tengah pesatnya perkembangan industri informasi digital.
Mukhtisar mengatakan ASANTARA harus mampu menjadi organisasi yang melahirkan program-program nyata bagi anggotanya.
"Organisasi ini jangan sekadar menjadi wadah berkumpul, tetapi harus mampu meningkatkan kapasitas perusahaan pers, kompetensi sumber daya manusia, serta memperkuat daya saing media online Indonesia di tingkat nasional," katanya.
Afridon berharap ASANTARA menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara perusahaan media, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
"Media memiliki fungsi strategis dalam kehidupan demokrasi. Karena itu organisasi ini harus menjadi mitra yang konstruktif tanpa mengurangi independensi pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial," ujarnya.
Sementara itu, Jeje mengajak seluruh pendiri menjaga semangat kebersamaan yang telah dibangun sejak awal pembentukan organisasi.
"Perbedaan latar belakang media bukan menjadi penghalang. Justru keberagaman itu menjadi kekuatan untuk membangun organisasi yang solid, profesional, dan disegani di tingkat nasional," tuturnya.
Faisal menilai transformasi digital harus diikuti dengan peningkatan kualitas perusahaan pers agar mampu menghadirkan informasi yang akurat dan terpercaya.
"ASANTARA harus menjadi motor penggerak lahirnya media online yang inovatif, kredibel, dan tetap berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi," katanya.
Fitri berharap seluruh pengurus dan anggota dapat menjaga komitmen membangun organisasi secara transparan, profesional, dan berkelanjutan.
"Semangat kebersamaan harus terus dipelihara. Dengan kekompakan seluruh anggota, saya yakin ASANTARA akan tumbuh menjadi organisasi yang kuat dan memberikan manfaat bagi perusahaan pers di seluruh Indonesia," ujarnya.
Sedangkan Alizar optimistis ASANTARA akan berkembang menjadi organisasi media online yang diperhitungkan secara nasional.
"Kami berharap ASANTARA menjadi rumah besar bagi media online Nusantara, memperjuangkan kepentingan perusahaan pers, meningkatkan kualitas jurnalistik, sekaligus memperkuat peran pers sebagai pilar keempat demokrasi yang independen, profesional, dan bertanggung jawab," pungkasnya.
Seluruh keputusan rapat diambil secara musyawarah mufakat dan menjadi dasar bagi pengurus untuk melaksanakan proses pembentukan, legalisasi, serta pengembangan organisasi. Para pendiri optimistis kehadiran ASANTARA akan menjadi tonggak baru dalam memperkuat sinergi perusahaan media online Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas pers nasional agar semakin profesional, berintegritas, dan mampu memberikan informasi yang akurat, berimbang, serta mencerdaskan masyarakat.
(Red)

