![]() |
| Deretan karangan bunga ucapan belasungkawa memenuhi akses menuju rumah duka sebagai bentuk penghormatan dan empati dari berbagai pihak. |
Padang, MP----- Suasana duka mendalam menyelimuti kediaman keluarga besar Dr. Rosi Herman, ST., SH., MT., MH., di Kompleks Perumahan Puri Lestari, Kelurahan Parak Laweh Pulau Aia Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Senin (22/6/2026), setelah kabar wafatnya putra tercinta, Gading Herman (18 th), menyebar luas di tengah masyarakat.
Kalimat istirja, “Innalillahi wa inna ilaihi raji'un”, terus terucap dari bibir para pelayat yang datang silih berganti. Suasana haru begitu terasa sejak memasuki halaman rumah duka. Deretan karangan bunga ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan memenuhi sisi jalan menuju lokasi, menjadi bukti besarnya rasa empati dan penghormatan yang diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Puluhan pelayat dari berbagai latar belakang, mulai dari unsur pemerintahan, swasta, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, insan pers, LSM hingga masyarakat umum, tampak berbaur dalam suasana penuh kesedihan. Sebagian pelayat duduk dengan wajah tertunduk, sementara yang lain memanjatkan doa dan membacakan Surah Al-Fatihah untuk almarhum.
Di sela-sela suasana duka, para pelayat bergantian menyampaikan ungkapan belasungkawa dan memberikan dukungan moril kepada Dr. Rosi Herman beserta keluarga agar tetap diberikan kekuatan dan ketabahan.
Ketua Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Kota Padang, Mukhtisar, SH, mengatakan bahwa kepergian Gading Herman menjadi duka yang turut dirasakan oleh banyak pihak.
“Kami atas nama keluarga besar Kolaborasi Jurnalis Indonesia Kota Padang turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum Gading Herman diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya Bapak Dr. Rosi Herman, semoga diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan menghadapi cobaan ini,” ujarnya kepada jurnalis MP dilokasi rumah duka.
Ditempat yang sama, tokoh masyarakat, Syafrizal Koto, mengaku turut merasakan kehilangan atas musibah yang menimpa keluarga tersebut.
“Pak Rosi Herman dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat dan memiliki hubungan sosial yang baik dengan berbagai kalangan. Hari ini kita semua hadir bukan sekadar sebagai tamu, tetapi sebagai keluarga besar yang ikut merasakan kesedihan ini. Semoga Allah SWT mengangkat derajat almarhum dan memberikan keikhlasan kepada keluarga,” ungkapnya.
Sementara itu, Jurnalis Kabar Daerah, Robi Pratama, mengatakan bahwa kehadiran para pelayat menjadi bentuk nyata solidaritas dan rasa persaudaraan di tengah masyarakat.
“Duka ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kebersamaan dan silaturahmi yang selama ini dibangun akan selalu menghadirkan banyak saudara ketika musibah datang. Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap kuat dan tabah,” tuturnya.
Ungkapan serupa disampaikan Pemimpin Redaksi media momenpembaruan.com, Darmen Rajo Alam, yang menilai sosok Dr. Rosi Herman selama ini dikenal luas karena kiprahnya di berbagai bidang.
“Banyak orang datang hari ini sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian kepada keluarga. Kami turut mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga diberikan kekuatan menghadapi ujian yang berat ini,” katanya.
Dari kalangan aparatur sipil negara, Wilman, ASN Dinas Sumber Daya Air Bina Konstruksi (SDABK) Sumatera Barat, juga menyampaikan rasa belasungkawa mendalam.
“Tidak ada yang lebih menenangkan selain berserah diri kepada Allah SWT atas setiap takdir-Nya. Kami mendoakan agar keluarga besar diberikan ketabahan dan keikhlasan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Yunus dari Organisasi Pemuda Pancasila.
“Atas nama keluarga besar Pemuda Pancasila, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan tetap kuat menghadapi cobaan ini,” katanya.
Sepanjang hari, suasana khidmat terus menyelimuti rumah duka. Para pelayat yang datang umumnya mengawali dengan berjabat tangan, menyampaikan ucapan belasungkawa, kemudian bersama-sama membaca Surah Al-Fatihah dan memanjatkan doa.
Doa yang terus dipanjatkan mengiringi kepergian almarhum.
"Al-Fatihah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, lapangkan kuburnya, terangilah tempat peristirahatannya, terimalah segala amal ibadahnya, dan tempatkan almarhum di surga-Mu yang terbaik. Berikanlah kesabaran, keikhlasan, dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan. Aamiin Ya Rabbal Alamin."
Kepergian Gading Herman dirasa begitu cepat sehingga meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar, tetapi juga bagi sahabat, kerabat, dan masyarakat yang selama ini mengenal dekat sosok Dr. Rosi Herman.
Di tengah suasana duka tersebut, satu hal yang begitu terasa adalah kuatnya nilai kebersamaan dan persaudaraan. Kehadiran para pelayat menjadi bukti bahwa ketika musibah datang, rasa kemanusiaan dan kepedulian akan selalu menyatukan banyak hati dalam satu doa yang sama.
Informasi nya yang diperoleh Jurnalis MP, rencana almarhum dikebumikan dekat perkuburan di wilayah perbukitan pegambiran.
(MP)
