-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Pemko Padang Panjang Perketat Pengawasan Harga Pangan

Senin, 15 Juni 2026 | Juni 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-15T09:15:42Z
Pemko Padang Panjang mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual guna memperkuat pengawasan harga dan ketersediaan bahan pangan.


Padang Panjang, MP----- Pemerintah Kota Padang Panjang terus memperkuat pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan guna menjaga stabilitas inflasi daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam melindungi daya beli masyarakat sekaligus memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap terjaga.


Komitmen itu sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara virtual, Senin (15/6/2026).


Rakor nasional tersebut diikuti Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Zoom Meeting dari Ruang VIP Balai Kota. Pemko diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Alvi Sena, bersama sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.


Dalam arahannya, Mendagri meminta seluruh pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga komoditas strategis. Selain itu, koordinasi lintas sektor juga perlu diperkuat guna menjaga stabilitas harga dan mempertahankan daya beli masyarakat.


Menurut Tito, pengendalian inflasi menjadi salah satu prioritas pemerintah karena berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, pemerintah daerah diminta aktif memantau perkembangan harga kebutuhan pokok, menjaga kelancaran distribusi barang, serta memastikan ketersediaan pasokan pangan di masing-masing wilayah.


Berdasarkan pemaparan dalam rakor tersebut, inflasi Kota Padang Panjang pada Mei 2026 mengacu pada data inflasi Kota Bukittinggi, yakni sebesar 3,73 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Angka tersebut meningkat dibandingkan April 2026 yang tercatat 2,48 persen yoy. Sementara secara bulanan atau month to month (mtm), terjadi inflasi sebesar 0,44 persen.


Sementara itu, data Badan Pusat Statistik menunjukkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kota Padang Panjang pada pekan kedua Juni 2026 berada di angka minus 0,32 persen dan masih masuk kategori fluktuasi rendah. Capaian tersebut sedikit meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat minus 0,34 persen.


Komoditas yang paling memengaruhi pergerakan harga pada periode tersebut antara lain daging sapi, telur ayam ras, dan beras. Penurunan harga daging sapi menjadi faktor dominan yang menekan IPH seiring menurunnya permintaan masyarakat pasca-Hari Raya Iduladha serta normalnya kembali pasokan sapi potong di pasaran.


Alvi Sena menjelaskan, pada pekan kedua Juni terdapat tiga komoditas yang mengalami kenaikan harga, yakni bawang putih, kacang tanah, dan terong. Kondisi itu dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan dari sejumlah daerah penghasil.


"Khusus bawang putih, kenaikan harga dipicu ketergantungan terhadap impor serta dampak pelemahan nilai tukar rupiah yang berpengaruh terhadap distribusi dan pasokan hingga tingkat konsumen," ujarnya.


Di sisi lain, delapan komoditas tercatat mengalami penurunan harga, yakni daging ayam broiler, telur ayam ras, cabai hijau, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, ikan asin teri, dan seledri.


Penurunan harga cabai dipengaruhi meningkatnya pasokan dari daerah sentra produksi yang mulai memasuki masa panen. Sedangkan pada komoditas daging ayam broiler, harga turun akibat melimpahnya pasokan di tingkat peternak serta menurunnya permintaan masyarakat setelah berakhirnya Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha.


Pemko Padang Panjang menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara berkala dan memperkuat koordinasi bersama instansi terkait sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi gejolak inflasi, sekaligus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.

(PJ/MP)


×
Berita Terbaru Update