-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Pengabdian di Ranah Minang Berakhir, Nur Khazim Pamit dan Siap Emban Amanah Baru di Palembang

Sabtu, 06 Juni 2026 | Juni 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-06T01:23:37Z
Momen penuh keakraban saat Ketua PTA Padang Nur Khazim berpamitan kepada Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menjelang penugasan baru di Palembang.


Padang, MP----- Sebuah babak pengabdian di Sumatera Barat resmi memasuki penghujungnya. Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Padang, Nur Khazim, berpamitan kepada Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam kunjungan silaturahmi yang berlangsung di Istana Gubernur Sumbar, Jumat (5/6/2026).


Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan itu menjadi momen penghormatan atas dedikasi Nur Khazim selama memimpin PTA Padang sekaligus penanda langkah baru yang akan dijalaninya sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang.


Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi dan pengabdian Nur Khazim selama bertugas di Ranah Minang. Menurutnya, kepemimpinan Nur Khazim telah memperkuat peran lembaga peradilan agama dalam memberikan pelayanan hukum yang profesional, transparan, dan berintegritas kepada masyarakat.


“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengucapkan terima kasih atas dedikasi, integritas, dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di daerah ini. Beliau telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam memperkuat pelayanan peradilan agama yang profesional, transparan, dan berintegritas,” ujar Mahyeldi.


Gubernur menilai sinergi yang terbangun antara Pengadilan Tinggi Agama Padang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat selama ini menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelayanan publik, khususnya yang berkaitan dengan bidang keagamaan dan peradilan agama.


Lebih jauh, Mahyeldi juga menyampaikan doa dan harapan agar Nur Khazim senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah baru di Sumatera Selatan.


“Semoga selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam mengemban tugas di Palembang, serta terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tuturnya.


Sementara itu, Nur Khazim mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diterimanya selama menjalankan tugas di Sumatera Barat. Ia mengakui bahwa berbagai capaian dan program yang terlaksana selama masa kepemimpinannya tidak terlepas dari kerja sama yang baik dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya.


Menurutnya, hubungan harmonis yang terjalin selama ini menjadi modal berharga dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat dan menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan agama.


“Selama bertugas di Sumatera Barat tentu banyak interaksi dan kerja sama yang terjalin dengan berbagai pihak. Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Saya juga memohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kekurangan selama menjalankan amanah ini. Mohon doa agar kami dapat menjalankan tugas yang baru dengan sebaik-baiknya,” ungkap Nur Khazim.


Suasana pertemuan berlangsung penuh keakraban. Tidak hanya menjadi ajang perpisahan formal, tetapi juga refleksi atas perjalanan pengabdian seorang pejabat peradilan yang telah menorehkan kontribusi bagi pembangunan sistem hukum dan pelayanan keagamaan di Sumatera Barat.


Kepergian Nur Khazim menuju amanah baru di Palembang meninggalkan jejak sinergi yang kuat antara lembaga peradilan agama dan pemerintah daerah. Di saat yang sama, perpindahan tugas tersebut menjadi simbol kesinambungan pengabdian aparatur negara dalam memperkuat pelayanan hukum yang berkeadilan serta mendekatkan institusi peradilan kepada masyarakat.

(Sb/MP/red)

×
Berita Terbaru Update