![]() |
| Wakil Ketua Komisi VI DPR RI H. Andre Rosiade, Bupati Solok Jon Firman Pandu, Bupati Agam Benni Warlis, dan Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi dalam rapat koordinasi. |
Padang, MP----- Pemerintah Kabupaten Solok terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis yang menjadi urat nadi konektivitas antarwilayah di Sumatera Barat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar rapat koordinasi terkait rencana pengadaan tanah untuk Paket Pekerjaan Preservasi Jalan Lubuk Selasih–Surian di kawasan Aia Dingin, Kabupaten Solok.
Rapat tersebut dihadiri oleh Bupati Solok Jon Firman Pandu, anggota DPR RI Andre Rosiade, serta Bupati Agam. Pertemuan ini difokuskan pada percepatan proses pengadaan dan pembebasan lahan sebagai prasyarat utama dimulainya pekerjaan preservasi jalan yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menegaskan bahwa ruas Jalan Lubuk Selasih–Surian memiliki peran sangat strategis karena menjadi penghubung utama antara Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan. Keberadaan jalan yang representatif diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, hingga penguatan aktivitas ekonomi di kawasan pedalaman Sumatera Barat.
"Hari ini kami melaksanakan rapat koordinasi bersama Bapak Andre Rosiade dan Bupati Agam terkait rencana pengadaan tanah untuk Paket Pekerjaan Preservasi Jalan Lubuk Selasih–Surian di kawasan Aia Dingin, Kabupaten Solok. Ruas jalan ini merupakan jalur strategis yang menghubungkan Kabupaten Solok dengan Kabupaten Solok Selatan," ujar Jon Firman Pandu.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, seluruh pihak bersepakat untuk mengakselerasi berbagai tahapan administrasi maupun teknis agar proyek dapat segera direalisasikan.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok menyatakan komitmennya untuk mempercepat seluruh proses yang dibutuhkan, terutama terkait pengadaan dan pembebasan lahan. Jon Firman Pandu menargetkan seluruh persoalan lahan dapat diselesaikan paling lambat pada 31 Agustus 2026.
"Kami berkomitmen mempercepat seluruh tahapan yang diperlukan, khususnya proses pengadaan dan pembebasan lahan. InsyaAllah, seluruh urusan pembebasan lahan ditargetkan dapat diselesaikan paling lambat pada 31 Agustus mendatang sehingga proses pembangunan dapat segera dilaksanakan sesuai rencana," tegasnya.
Pembangunan ruas jalan Lubuk Selasih–Surian dinilai memiliki nilai strategis tidak hanya bagi Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan, tetapi juga bagi pengembangan kawasan ekonomi di wilayah tengah Sumatera Barat. Jalan tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian, perkebunan, dan berbagai komoditas unggulan daerah menuju pusat-pusat perdagangan.
Selain memperkuat konektivitas wilayah, proyek preservasi jalan ini diharapkan mampu menekan biaya logistik, meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan, serta membuka peluang investasi baru di kawasan yang selama ini memiliki keterbatasan infrastruktur.
Menutup keterangannya, Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap percepatan pembangunan tersebut. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjaga demi mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan sinergi dari seluruh pihak yang terlibat. Semoga ikhtiar bersama ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah," tutup Jon Firman Pandu.
Dengan target penyelesaian pembebasan lahan dalam beberapa bulan ke depan, masyarakat kini menaruh harapan besar agar pembangunan Jalan Lubuk Selasih–Surian segera terealisasi dan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di kawasan selatan Sumatera Barat.
(Sl/MP/red)
