![]() |
| Personel SAR Denmatra 3 Pasgat bersama unsur terkait mengikuti briefing guna memastikan keselamatan operasi evakuasi di Biak Numfor. |
Biak, MP----- Personel Search and Rescue (SAR) Detasemen Matra (Denmatra) 3 Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) TNI Angkatan Udara turut mendukung operasi pencarian dan evakuasi korban pascaledakan yang terjadi di kawasan Pasar Ikan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5/2026).
Sebanyak 11 personel SAR Denmatra 3 Pasgat yang dipimpin Letda Pas Ardyan Azhari diterjunkan ke lokasi untuk berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait dalam upaya pencarian dan evakuasi korban yang hingga kini masih dilaporkan belum ditemukan.
Dalam briefing lapangan yang dipimpin Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, dijelaskan bahwa proses pencarian dan evakuasi untuk sementara waktu belum dapat dilanjutkan. Hal itu disebabkan lokasi kejadian belum dinyatakan aman dan masih menunggu proses sterilisasi oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Jayapura.
Langkah sterilisasi tersebut dinilai penting untuk memastikan keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam operasi kemanusiaan sebelum pencarian lanjutan dilakukan di area terdampak ledakan.
Rapat koordinasi dan briefing di lokasi turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor, tokoh agama, tokoh adat, Dantim SAR Denmatra 3 Pasgat, Danton Yon TP 858, Danton Gegana Batalyon C Brimob, Kasat Reskrim Polres Biak Numfor, personel Kodim 1708/Biak Numfor, serta personel Basarnas Biak Numfor.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan sinergi lintas instansi dalam penanganan keadaan darurat sekaligus memastikan proses pencarian korban berjalan secara terkoordinasi, aman, dan efektif.
Meski operasi pencarian dihentikan sementara, personel SAR Denmatra 3 Pasgat tetap bersiaga di sekitar lokasi kejadian. Kesiapsiagaan tersebut dilakukan untuk mendukung pelaksanaan pencarian dan evakuasi lanjutan segera setelah area dinyatakan steril dan aman oleh tim penjinak bom.
Hingga saat ini, aparat gabungan masih terus melakukan langkah-langkah penanganan pascaledakan, sementara keluarga korban dan masyarakat setempat menantikan kelanjutan proses pencarian terhadap korban yang masih dinyatakan hilang.
(puspen/red)
