![]() |
| Momen penyerahan berkas pendaftaran calon Kepala Jorong Sungai Jodi sebagai bagian dari proses seleksi perangkat nagari. |
Lubuk Tarok, MP----- Pilko Yandra resmi menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Kepala Jorong Sungai Jodi, Kenagarian Lubuak Tarok, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Keseriusan tersebut ditunjukkan dengan penyerahan berkas pendaftaran calon perangkat nagari di Kantor Wali Nagari Lubuak Tarok, Kamis (4/6).
Pilko mengatakan keputusannya maju dalam proses seleksi kepala jorong dilandasi keinginan untuk mengabdi dan berkontribusi lebih besar bagi masyarakat di kampung halamannya.
“Alhamdulillah kami sudah mendapatkan dukungan dan doa restu dari keluarga besar, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, pemuda, pelajar, mahasiswa, dan para perantau Jorong Sungai Jodi,” ujarnya.
Menurut Pilko, pembangunan jorong membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia berkomitmen menghidupkan kembali berbagai kegiatan seni tradisional dan modern, olahraga, serta aktivitas kepemudaan yang dinilai mampu memperkuat kebersamaan warga.
Selain itu, ia menilai hubungan antara kampung halaman dan perantau perlu terus diperkuat sebagai modal sosial dalam mendukung pembangunan masyarakat.
“Kami ingin membangun sinergi yang lebih kuat dengan para perantau untuk mendukung kegiatan sosial, keagamaan, pelestarian lingkungan, seni budaya, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” katanya.
Pilko juga menegaskan komitmennya untuk menjalin koordinasi dengan pemerintah nagari, kecamatan, dan pemerintah kabupaten dalam menjalankan tugas apabila dipercaya memimpin Jorong Sungai Jodi.
Lahir di Lubuk Tarab, 29 Januari 1986, Pilko merupakan anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Arifin dan Indrawati. Ia menempuh pendidikan di SDN 13 Sijunjung yang kini menjadi SD Negeri 2 Lubuk Tarok, kemudian melanjutkan ke SMPN 3 Sijunjung dan SMKN 1 Sijunjung.
Sementara itu, Pendiri Utama Forum Dinamika Sumatera Barat, Nof Hendra, mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam proses penjaringan calon perangkat nagari yang sedang berlangsung.
Namun, ia mengingatkan panitia penjaringan dan seleksi agar menjaga independensi serta tidak melakukan intervensi dalam penentuan calon kepala jorong.
“Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang sengaja melakukan intervensi untuk memenangkan salah seorang calon,” tegas Nof Hendra, Jumat (5/6).
Menurutnya, proses seleksi harus berjalan transparan, objektif, dan sesuai mekanisme yang berlaku agar menghasilkan figur kepala jorong yang memiliki integritas, dekat dengan masyarakat, memahami persoalan yang dihadapi warga, serta mampu mengambil keputusan secara cepat dan bertanggung jawab.
Ia berharap proses penjaringan di Nagari Lubuak Tarok dapat menjadi contoh bagi nagari lain dalam melahirkan pemimpin tingkat jorong yang berkualitas dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Siapa pun yang terpilih nantinya, kita serahkan kepada mekanisme dan prosedur yang berlaku,” pungkasnya.
(Red/nf)
