-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Prabowo Perkuat Fondasi Sepak Bola Nasional, Bidik Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN dan Timnas Lolos Piala Dunia 2030

Minggu, 21 Juni 2026 | Juni 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-21T02:32:37Z
Pertemuan di Hambalang membahas strategi besar pembangunan olahraga nasional yang berorientasi jangka panjang dan berkelanjutan.


Hambalang, MP----- Pemerintah semakin mempertegas komitmennya dalam membangun ekosistem olahraga nasional yang berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh terhadap agenda besar sepak bola Indonesia, mulai dari upaya menjadi tuan rumah turnamen FIFA ASEAN hingga mempersiapkan Tim Nasional Indonesia menuju Piala Dunia 2030.


Komitmen tersebut mengemuka saat Presiden menerima Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, bersama pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).


Dalam suasana pertemuan yang berlangsung hangat dan produktif, sejumlah agenda strategis pembangunan olahraga nasional dibahas secara komprehensif. Fokus utama diarahkan pada penguatan posisi Indonesia di panggung sepak bola internasional melalui pencalonan sebagai tuan rumah FIFA ASEAN yang dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober 2026.


Presiden menilai momentum tersebut harus dimanfaatkan sebagai sarana meningkatkan citra Indonesia sekaligus mempercepat kemajuan sepak bola nasional.


Dalam pertemuan itu, Kepala Negara bahkan menginstruksikan agar langkah diplomasi olahraga segera dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan komunikasi intensif dengan FIFA.


Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan penuh terhadap setiap agenda strategis yang dapat mengangkat nama Indonesia di panggung olahraga dunia.


"Sepak bola bukan sekadar pertandingan, tetapi instrumen pemersatu bangsa dan sarana membangun kebanggaan nasional. Pemerintah akan mendukung penuh langkah Indonesia menjadi tuan rumah FIFA ASEAN serta seluruh program pembinaan yang mengarah pada peningkatan prestasi Timnas menuju Piala Dunia 2030," tegas Presiden Prabowo.


Persiapan Timnas Menjadi Prioritas Nasional


Selain pembahasan mengenai tuan rumah FIFA ASEAN, pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap persiapan Timnas Indonesia menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2030 yang akan dimulai pada September tahun depan.


Pelatih John Herdman menyampaikan bahwa seluruh elemen tim kini sedang membangun fondasi yang kuat, baik dari aspek teknis, mental maupun pengembangan pemain jangka panjang.


Pemerintah melalui dukungan penuh terhadap program Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berharap proses regenerasi atlet berjalan berkesinambungan sehingga target lolos ke Piala Dunia 2030 dapat diwujudkan.


Bangun Ekosistem Olahraga yang Inklusif dan Berkelanjutan


Di luar sektor sepak bola, Presiden juga memberikan perhatian terhadap pembangunan olahraga nasional secara menyeluruh. Menpora melaporkan sejumlah program prioritas, termasuk pengembangan sertifikasi kepelatihan bagi penyandang disabilitas.


Program tersebut diharapkan membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk terlibat aktif dalam pembinaan olahraga nasional.


Tak hanya itu, pemerintah juga tengah menyiapkan strategi jangka panjang melalui pembangunan Akademi Olahraga Nasional yang dirancang untuk menjaring, membina dan mengembangkan talenta olahraga sejak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah.


Presiden menilai pembinaan usia dini merupakan investasi masa depan yang akan menentukan daya saing Indonesia di tingkat internasional.


"Kita harus membangun sistem yang berkesinambungan. Prestasi olahraga tidak lahir secara instan, melainkan melalui pembinaan yang terstruktur sejak usia dini, didukung kesejahteraan atlet, serta kolaborasi seluruh elemen bangsa," ujar Presiden Prabowo.


Pemerintah juga terus mengkaji skema dana pensiun atlet sebagai bentuk perlindungan dan penghargaan atas dedikasi para olahragawan yang telah mengharumkan nama Indonesia.


Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi besar olahraga nasional agar tidak hanya berorientasi pada prestasi sesaat, tetapi juga membangun sistem yang menjamin keberlanjutan karier dan kesejahteraan atlet di masa depan.


Dengan dukungan penuh dari pemerintah, Indonesia kini tidak hanya menargetkan prestasi di lapangan hijau, tetapi juga berupaya menjadi kekuatan olahraga baru di kawasan Asia Tenggara yang disegani di tingkat dunia.

(MP)

×
Berita Terbaru Update