![]() |
| Prajurit Garuda Satgas Kizi TNI Konga XX-V menerima Medali Kehormatan PBB dalam upacara Medal Parade di Bumi Nusantara Camp, Republik Demokratik Kongo. |
Kongo, MP----- Dedikasi dan profesionalisme prajurit Indonesia kembali mendapat pengakuan internasional. Personel Satgas Kompi Zeni (Kizi) TNI Konga XX-V yang bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Demokratik Kongo menerima Medali Kehormatan PBB serta penghargaan khusus dari Misi Stabilisasi Organisasi PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO).
Prosesi penghargaan berlangsung khidmat dalam kegiatan Medal Parade yang digelar di Bumi Nusantara Camp dan dipimpin langsung oleh Force Commander MONUSCO, Letnan Jenderal Ulisses De Mesquita Gomes, Rabu (17/6/2026).
Di tengah barisan pasukan yang berdiri tegap, satu per satu personel Satgas Kizi TNI Konga XX-V menerima penyematan Medali PBB sebagai simbol penghormatan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian mereka dalam menjaga perdamaian dunia.
Usai prosesi penyematan medali, rangkaian acara dilanjutkan dengan march past atau defile pasukan yang memperlihatkan kesiapsiagaan dan disiplin tinggi prajurit Indonesia di hadapan para pejabat serta tamu undangan internasional.
Dansatgas Kizi TNI Konga XX-V dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh prajurit yang telah mengemban amanah negara dengan penuh tanggung jawab selama menjalankan tugas di wilayah konflik.
"Kehormatan ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel yang senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme, disiplin, serta semangat pengabdian demi membawa nama baik Indonesia di kancah internasional. Prestasi ini bukan hanya milik Satgas, tetapi juga menjadi kebanggaan bangsa Indonesia," ujar Dansatgas.
Pengakuan internasional semakin mengukuhkan reputasi Indonesia dalam misi perdamaian dunia setelah Force Commander MONUSCO menganugerahkan penghargaan tertinggi berupa MONUSCO Medal Citation kepada Satgas Kizi TNI Konga XX-V.
Penghargaan tersebut diberikan atas loyalitas kerja, kedisiplinan, serta kontribusi nyata dalam mendukung program Protection of Civilians (Perlindungan Warga Sipil) yang menjadi salah satu prioritas utama operasi perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo.
Keberhasilan tersebut sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang konsisten mengirimkan pasukan penjaga perdamaian profesional di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Tidak hanya menampilkan kemampuan militer, Satgas Kizi TNI Konga XX-V juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional. Suasana upacara berubah menjadi panggung persahabatan antarbangsa melalui penampilan beragam tarian Nusantara seperti Tari Yospan dari Papua, Tari Cakalele dari Maluku, Tari Saman dari Aceh, dan Tari Kecak dari Bali.
Puncak kemeriahan ditutup dengan tarian Waisisi yang melibatkan seluruh personel dan tamu undangan, menciptakan suasana hangat yang menggambarkan semangat persatuan, persaudaraan, dan diplomasi budaya Indonesia di tengah misi perdamaian dunia.
Keberhasilan Satgas Kizi TNI Konga XX-V menjadi bukti bahwa kehadiran Prajurit Garuda tidak hanya membawa kemampuan teknis dan profesionalisme militer, tetapi juga menjadi duta bangsa yang memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang aktif berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.
(It/mp)
