![]() |
| Revitalisasi SMPN 44 Padang menjadi wujud komitmen pemerintah meningkatkan mutu pendidikan melalui perbaikan infrastruktur sekolah. |
Padang, MP----- Upaya pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan terus berlanjut. Salah satunya melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang kini tengah dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 44 Padang, Jalan Koto Tuo, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat.
Menariknya, sekolah yang berada di kawasan timur Kota Padang tersebut menjadi salah satu infrastruktur pendidikan yang relatif aman dari dampak banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah Kota Padang pada akhir November 2025 lalu.
Saat ini, SMPN 44 Padang mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia untuk melaksanakan program revitalisasi satuan pendidikan guna meningkatkan kualitas lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan representatif.
Pantauan di lapangan, aktivitas pekerjaan telah berjalan sejak Kamis, 11 Juni 2026. Sejumlah pekerja terlihat melakukan pembongkaran dan perbaikan pada beberapa titik bangunan sekolah.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Pelaksana Revitalisasi SMPN 44 Padang, Aries Moelyadi, S.Pd., mengatakan tahapan pekerjaan saat ini berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
"Awalnya dilakukan pekerjaan pembukaan, pembongkaran bagian tertentu, pekerjaan lantai dan plafon. Memasuki Jumat, 19 Juni 2026, progres pekerjaan sudah sampai pada tahap pemasangan plafon," ujar Aries saat ditemui wartawan di lingkungan sekolah, Jumat (19/6/2026).
Program revitalisasi tersebut meliputi rehabilitasi dua ruang kelas, rehabilitasi satu ruang perpustakaan, pembangunan toilet baru, serta rehabilitasi dua ruang administrasi.
Menurut Aries, program ini bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menjadi momentum meningkatkan mutu pelayanan pendidikan kepada masyarakat.
"Kami berharap seluruh pihak yang terlibat dapat bekerja maksimal sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Pelaksanaan pekerjaan harus berjalan sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga tujuan besar program revitalisasi satuan pendidikan benar-benar tercapai dan memberikan manfaat jangka panjang bagi peserta didik," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Tata Usaha (KTU) SMPN 44 Padang yang juga bertugas sebagai bendahara revitalisasi, Desi Rusmiati, menjelaskan bahwa seluruh unsur pendukung pekerjaan telah disiapkan secara terstruktur, mulai dari perencanaan hingga pengawasan lapangan.
Untuk aspek perencanaan, sekolah menunjuk Firman, S.T., sedangkan pengawasan teknis dipercayakan kepada Hendra Zadar, S.T.
"Pak Firman sebagai perencana cukup intens datang ke sekolah untuk melakukan koordinasi. Begitu juga dengan Pak Hendra Zadar selaku pengawas yang terus memantau jalannya pekerjaan," ungkap Desi.
Selain itu, proses pengerjaan juga mendapat pendampingan dan pengawasan berkala dari tim fasilitator yang berasal dari Politeknik Negeri Padang (PNP), sehingga kualitas pekerjaan tetap terjaga sesuai standar yang telah ditentukan.
Desi menegaskan bahwa seluruh pihak telah diingatkan untuk menjalankan tanggung jawabnya secara profesional.
"Kami terus mengingatkan semua unsur yang terlibat, termasuk pengawas lapangan, agar melaksanakan kewajibannya secara maksimal. Kami berharap program ini berjalan tepat mutu, tepat waktu, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik," ujarnya.
Di sisi lain, Aries Moelyadi juga mengungkapkan bahwa revitalisasi sekolah menjadi bagian dari strategi SMPN 44 Padang dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan.
Saat ini, SMPN 44 Padang memiliki enam ruang kelas dengan lima rombongan belajar (rombel). Ke depan, sekolah berencana menambah tiga rombel, meskipun pada tahun ajaran baru masih tersedia dua rombel yang belum terisi.
"Yang masuk saat ini baru satu rombel. Kami terus berupaya meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat bahwa SMPN 44 Padang masih memiliki daya tampung. Rata-rata satu kelas berisi sekitar 27 orang siswa," jelasnya.
Program revitalisasi satuan pendidikan tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan yang lebih layak, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas, aman, dan mampu menjawab kebutuhan generasi masa depan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, tenaga teknis, dan masyarakat, SMPN 44 Padang optimistis dapat menghadirkan wajah baru pendidikan yang semakin maju dan berdaya saing.
(Rajo.A/mp)
