-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Sumbar Pertahankan Predikat Sangat Inovatif, Mahyeldi Dorong Budaya Inovasi di Seluruh Daerah

Kamis, 11 Juni 2026 | Juni 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-10T22:44:59Z
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah membuka Sosialisasi dan Bimtek Penginputan Data Indeks Inovasi Daerah (IID) di Auditorium Gubernuran Sumbar, Rabu (10/6/2026).


Padang, MP----- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa inovasi daerah merupakan instrumen strategis dalam meningkatkan kinerja pemerintahan dan kualitas pelayanan publik guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, budaya inovasi harus terus tumbuh dan menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan di seluruh perangkat daerah.


Penegasan tersebut disampaikan Mahyeldi saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penginputan Data Pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID) bagi perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumbar serta pemerintah kabupaten dan kota se-Sumbar di Auditorium Gubernuran Sumbar, Rabu (10/6/2026).


“Tujuan inovasi daerah pada dasarnya adalah meningkatkan kinerja. Untuk itu, seluruh perangkat daerah harus terus berinovasi agar kinerja pemerintah daerah dan pelayanan publik di Sumbar semakin optimal,” ujar Mahyeldi.


Menurutnya, inovasi daerah merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menegaskan bahwa inovasi dapat diwujudkan dalam bentuk pembaruan tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, maupun berbagai terobosan lain yang berkaitan dengan urusan pemerintahan daerah.


Mahyeldi menjelaskan, Indeks Inovasi Daerah memiliki peran penting karena menjadi salah satu komponen penilaian dalam Indeks Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Selain itu, capaian IID juga berpengaruh terhadap berbagai indikator kinerja pemerintah daerah, termasuk dalam penentuan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN).


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan apresiasi atas capaian Sumbar yang berhasil mempertahankan predikat Provinsi Sangat Inovatif selama delapan tahun berturut-turut sejak 2018 hingga 2025. Bahkan pada tahun 2024, Sumbar berhasil menempati peringkat pertama nasional, sementara pada tahun 2025 berada di posisi kedua nasional dari 38 provinsi.


“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak, mulai dari komitmen pimpinan daerah, kolaborasi perangkat daerah, hingga dukungan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem inovasi yang kuat dan berkelanjutan,” katanya.


Prestasi tersebut semakin diperkuat dengan capaian Pemerintah Provinsi Sumbar pada tahun 2025 yang kembali meraih predikat Pemerintah Provinsi Terinovatif dengan menempati peringkat ketiga nasional pada ajang Innovative Government Award (IGA) serta peringkat kedua nasional dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah dengan predikat Sangat Inovatif.


Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Provinsi Sumbar telah menginput sebanyak 487 inovasi ke dalam aplikasi IID. Jumlah tersebut terdiri atas 84 inovasi tata kelola pemerintahan, 297 inovasi pelayanan publik, dan 106 inovasi lainnya. Dari total tersebut, sebanyak 208 inovasi telah diajukan ke Kementerian Dalam Negeri untuk proses pengukuran Indeks Inovasi Daerah.


Tak hanya itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumbar juga berhasil meraih penghargaan nasional kategori INAGARA dari Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam penguatan ekosistem inovasi administrasi negara.


Mahyeldi menilai perkembangan inovasi di tingkat kabupaten dan kota di Sumbar juga menunjukkan tren positif. Seluruh daerah di Sumbar saat ini telah berada pada kategori Inovatif dan Sangat Inovatif. Meski demikian, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas inovasi dan pelaporan agar semakin banyak daerah mampu meraih prestasi di tingkat nasional.


Untuk mendukung hal tersebut, Gubernur menginstruksikan seluruh perangkat daerah agar memenuhi seluruh persyaratan penilaian Innovative Government Award, termasuk memastikan tersedianya inovasi pada minimal lima dari enam urusan wajib pelayanan dasar.


Ia juga menegaskan bahwa setiap pejabat Eselon III wajib menghasilkan sedikitnya satu inovasi yang menjadi bagian dari Perjanjian Kinerja serta indikator penilaian kinerja perangkat daerah.


Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kinerja Pelaksanaan Inovasi Daerah Tahun 2026. Mahyeldi turut mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan Innovative Government Award (IGA) 2026 yang dijadwalkan digelar di Sumbar.


Menurutnya, pelaksanaan IGA 2026 akan menjadi momentum penting untuk menampilkan berbagai inovasi unggulan, potensi daerah, kekayaan budaya, serta capaian pembangunan Sumatera Barat kepada pemerintah daerah dari seluruh Indonesia.


“Ini merupakan kesempatan besar untuk menunjukkan kemajuan dan daya saing daerah sekaligus memperkuat posisi Sumbar sebagai salah satu provinsi terdepan dalam inovasi pemerintahan di Indonesia,” pungkasnya.

(Sb/MP)

×
Berita Terbaru Update