-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

TNI-Malaysia Perkuat Sinergi Lewat Latgabma Malindo 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | Juni 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-18T12:35:00Z
Semangat kebersamaan Indonesia-Malaysia tercermin dalam momen foto bersama peserta Latgabma Malindo Darsasa 12 AB/2026 di Lampung.


Lampung, MP----- Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Angkatan Bersenjata Malaysia (ATM) resmi menggelar Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Malaysia-Indonesia Darat Samudera Angkasa (Malindo Darsasa) 12 AB/2026 yang berlangsung pada 17 hingga 25 Juni 2026 di Provinsi Lampung.


Latihan gabungan yang diselenggarakan setiap tiga tahun ini menjadi wujud nyata komitmen Indonesia dan Malaysia dalam memperkuat hubungan persahabatan, meningkatkan interoperabilitas militer, serta memperkokoh kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan di kawasan.


Pada upacara pembukaan, Rabu (17/6), amanat Asisten Operasi Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun yang dibacakan Kepala Biro Latihan Sops TNI Brigjen TNI Ade David Siregar menegaskan bahwa latihan tersebut merupakan simbol eratnya kerja sama antara dua negara serumpun.


Menurutnya, Latgabma Malindo tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan tempur, tetapi juga memperkuat kapasitas kedua angkatan bersenjata dalam menghadapi situasi darurat kemanusiaan dan bencana alam.


"Latihan ini diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan profesionalisme, interoperabilitas, sinergi kesiapsiagaan penanganan bencana alam dan pemberian bantuan kemanusiaan yang berpotensi besar dilaksanakan di kedua negara sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku," ujar Letjen TNI Bobby Rinal Makmun dalam amanatnya.


Sementara itu, berdasarkan laporan kesiapan latihan yang disampaikan Kepala Seksi Operasi Latihan (Kasi Ops Lat) Latgabma Malindo Kolonel Inf A. Wakhid Dedy Setyawan mewakili Direktur Latihan Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, latihan tahun ini mengusung skenario utama Misi Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana atau Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR).


Sejumlah materi latihan yang dilaksanakan meliputi Latihan Staf (Staff Exercise), Latihan Siber (Cyber Exercise) guna mengantisipasi ancaman digital modern, serta Program Bakti Sosial melalui Medical Civic Action Program (MEDCAP).


Selain aspek operasional militer, Latgabma Malindo juga menghadirkan program pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari pendekatan kemanusiaan. Kegiatan diawali dengan Program Karya Bakti atau Engineering Civic Action Program (ENCAP) yang mencakup rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu), pengecoran jalan, hingga penyediaan fasilitas pemurnian air (water purification) di sekitar wilayah latihan.


Program tersebut menjadi bukti bahwa kerja sama pertahanan Indonesia dan Malaysia tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas militer, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di daerah pelaksanaan latihan.


Melalui Latgabma Malindo Darsasa 12 AB/2026, kedua negara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat stabilitas kawasan, mempererat hubungan bilateral, serta membangun respons terpadu dalam menghadapi ancaman bencana dan tantangan kemanusiaan di masa depan.

(puspen/red)

×
Berita Terbaru Update