-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Wabup Tanah Datar Dorong Langkah Strategis Tekan Kecelakaan di Jalur Padang Panjang–Bukittinggi

Rabu, 10 Juni 2026 | Juni 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-10T04:07:05Z
Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly melakukan koordinasi dengan BPTD Kelas II Sumbar dan Dishub Sumbar guna membahas langkah strategis menekan angka kecelakaan di ruas Padang Panjang–Bukittinggi.


Padang, MP----- Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di ruas jalan Padang Panjang–Bukittinggi, khususnya di kawasan Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, kembali menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Jalur yang dikenal memiliki turunan panjang dan kerap menjadi lokasi kendaraan berat mengalami rem blong itu telah berulang kali memakan korban jiwa serta menimbulkan kerugian materi yang tidak sedikit.


Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus mengintensifkan upaya mitigasi dan pencegahan kecelakaan melalui penguatan koordinasi lintas instansi. Salah satunya diwujudkan melalui pertemuan antara Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, S.Psi., dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Barat dan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat di Padang, Selasa (9/6/2026).


Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan di salah satu jalur transportasi utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Sumatera Barat.


Wakil Bupati Ahmad Fadly menegaskan bahwa ruas jalan Padang Panjang–Bukittinggi memiliki tingkat mobilitas kendaraan yang sangat tinggi setiap hari. Karena itu, diperlukan penanganan yang terukur, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan guna menekan risiko kecelakaan.


“Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, aparat penegak hukum, dan seluruh pihak terkait agar solusi yang dihasilkan benar-benar efektif,” ujar Ahmad Fadly.


Dalam diskusi tersebut, berbagai faktor penyebab kecelakaan turut dievaluasi, mulai dari keberadaan titik-titik rawan kecelakaan, kondisi geografis jalan, hingga tingginya volume kendaraan yang melintas setiap hari. Sejumlah langkah mitigasi juga dibahas, antara lain peningkatan rambu-rambu lalu lintas, pemasangan marka jalan yang lebih jelas, penambahan fasilitas keselamatan jalan, serta penguatan sistem pengawasan di lokasi berisiko tinggi.


Ahmad Fadly menekankan pentingnya pemetaan komprehensif terhadap titik-titik rawan kecelakaan sebagai dasar penyusunan kebijakan keselamatan transportasi yang lebih efektif.


“Data dan informasi lapangan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan keselamatan transportasi. Oleh sebab itu, diperlukan pemetaan yang komprehensif terhadap lokasi-lokasi yang kerap menjadi titik terjadinya kecelakaan,” katanya.


Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar juga mengusulkan pembatasan jadwal operasional kendaraan tertentu sebagai salah satu alternatif solusi untuk mengurangi potensi kecelakaan di jalur tersebut.


“Kehadiran kami di sini untuk menyampaikan kondisi ruas jalan Padang Panjang–Bukittinggi yang hampir setiap tahun terjadi kecelakaan. Salah satu usulan yang kami sampaikan adalah pembatasan jadwal operasional kendaraan tertentu. Alhamdulillah, usulan tersebut disambut baik. Harapannya, akan ada pembahasan lanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak terkait sehingga dapat menghasilkan solusi terbaik bagi kenyamanan dan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala BPTD Kelas II Sumatera Barat, Deddy Gusman, ST, M.Sc., menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai langkah yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar guna meningkatkan keselamatan di jalur tersebut.


Menurutnya, BPTD akan terus memperkuat koordinasi teknis, melakukan evaluasi fasilitas perlengkapan jalan, serta menyusun rekomendasi penanganan berdasarkan hasil kajian dan kondisi aktual di lapangan.


“Insya Allah, kami mendukung sepenuhnya apa yang menjadi harapan Wakil Bupati Tanah Datar. Saat ini kami juga terus melakukan berbagai upaya antisipatif secara komprehensif agar kecelakaan tidak kembali terjadi, termasuk dengan menempatkan berbagai fasilitas keselamatan lalu lintas di lokasi tersebut,” kata Deddy.


Senada dengan itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Dedy Diantolani, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa aspek keselamatan transportasi merupakan prioritas yang terus mendapat perhatian pemerintah provinsi.


“Berbagai upaya preventif akan terus dilakukan guna menekan angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan,” ujarnya.


Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Tanah Datar Sofyan Ali Zumara, ST, Wali Nagari Panyalaian Dedi Suntani Dt. Rangkai Putiah, Sekretaris Nagari Koto Baru, serta sejumlah undangan lainnya.


Upaya kolaboratif yang terus diperkuat diharapkan mampu menghasilkan langkah konkret dalam menekan angka kecelakaan di jalur Padang Panjang–Bukittinggi, sehingga keselamatan pengguna jalan dan masyarakat sekitar dapat lebih terjamin di masa mendatang.

(Bts/MP)

×
Berita Terbaru Update