-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Biro Umum Setda Sumbar Kembangkan SIDARA, Perkuat Tata Kelola Aset Daerah Berbasis Digital

Kamis, 30 Juli 2026 | Juli 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-30T15:28:41Z

Padang, MP----- Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat terus mempercepat transformasi digital melalui pengembangan Sistem Informasi Pemeliharaan Aset Daerah (SIDARA). Inovasi berbasis web dan mobile ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan pemeliharaan Barang Milik Daerah (BMD), sekaligus mendukung penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).


Pengembangan SIDARA dilatarbelakangi masih adanya sejumlah kendala dalam pengelolaan pemeliharaan aset yang selama ini dilakukan secara manual. Proses pengajuan pemeliharaan, koordinasi antar pengguna barang dan pengurus barang, pemantauan jadwal, hingga penyusunan laporan belum terintegrasi, sehingga berdampak pada lambatnya penanganan kerusakan aset dan belum optimalnya perencanaan anggaran berbasis data.


Melalui SIDARA, seluruh proses pemeliharaan aset kini terintegrasi dalam satu platform digital. Mulai dari pengajuan, verifikasi, persetujuan, penjadwalan pekerjaan, pelaksanaan pemeliharaan, dokumentasi, monitoring, hingga penyusunan laporan dapat dilakukan secara real time. Sistem ini juga menghadirkan konsep paperless, dashboard monitoring bagi pimpinan, notifikasi otomatis jadwal pemeliharaan, serta riwayat perawatan aset yang terdokumentasi secara digital.


Dalam implementasinya, pengguna cukup menginput data aset yang mengalami kerusakan, mengunggah foto kondisi aset, kemudian mengirimkan permohonan pemeliharaan melalui aplikasi. Selanjutnya, pengajuan diverifikasi oleh Pengurus Barang, memperoleh persetujuan pejabat berwenang, dijadwalkan pelaksanaannya, hingga dilakukan verifikasi penyelesaian. Seluruh data tersimpan secara elektronik dan menjadi dasar penyusunan kebutuhan pemeliharaan pada periode berikutnya.


Pengembangan aplikasi dilakukan secara bertahap mulai dari identifikasi permasalahan, analisis kebutuhan sistem, perancangan aplikasi, pembangunan basis data, pengembangan sistem, uji coba, implementasi, hingga monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan. Seluruh proses tersebut mengacu pada berbagai regulasi nasional mengenai pengelolaan Barang Milik Daerah dan transformasi digital pemerintahan.


Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Andree Harmadi Algamar, S.STP., S.H., M.Si., M.Han., mengatakan pengembangan SIDARA merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan tata kelola aset yang lebih modern, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.


"SIDARA merupakan wujud komitmen Biro Umum Setda Provinsi Sumatera Barat dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mempercepat pelayanan internal sekaligus memperkuat pengelolaan Barang Milik Daerah. Melalui sistem ini, seluruh proses pemeliharaan aset dapat dipantau secara real time sehingga setiap pengambilan keputusan didasarkan pada data yang akurat dan terukur," ujarnya.


Menurut Andree, digitalisasi pengelolaan aset tidak hanya mempercepat pelayanan, tetapi juga meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi penggunaan anggaran daerah. Data pemeliharaan yang terdokumentasi secara elektronik akan menjadi dasar dalam menyusun perencanaan kebutuhan pemeliharaan yang lebih tepat sasaran sehingga umur ekonomis aset daerah dapat dipertahankan secara optimal.


Ia menambahkan, ke depan SIDARA akan terus dikembangkan sebagai fondasi digitalisasi pengelolaan aset daerah sekaligus memperkuat implementasi SPBE di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.


"Harapan kami, SIDARA mampu menghadirkan tata kelola aset daerah yang semakin efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, serta mendukung terwujudnya birokrasi yang modern, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas," tutup Andree.


Melalui inovasi ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan peningkatan kualitas pengelolaan aset daerah, percepatan pelayanan pemeliharaan, pengambilan keputusan berbasis data, serta efisiensi biaya melalui penanganan kerusakan yang lebih cepat, terencana, dan berkelanjutan.

(Red)

×
Berita Terbaru Update