-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Menembus Batas Riset Akademik: Capaian UIN Bukittinggi Jadi Inspirasi Transformasi Pendidikan Tinggi

Kamis, 30 Juli 2026 | Juli 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-30T06:13:31Z
Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, M.Si


Bukittinggi, MP----- Pendidikan tinggi Indonesia kembali menyaksikan langkah nyata dalam penguatan mutu riset dan publikasi ilmiah. Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi membuktikan bahwa komitmen, kedisiplinan tata kelola, dan kerja kolektif mampu membuahkan hasil luar biasa: lima jurnal ilmiah kampus ini berhasil meraih Akreditasi Sinta 2.


Capaian ini melipatgandakan jumlah jurnal Sinta 2 UIN Bukittinggi menjadi total tujuh jurnal, meliputi jurnal Alhurriyah, Usraty, Knowbase, Islam Transformatif, dan HuRuf. Secara keseluruhan, dari sebelumnya hanya 7 jurnal terakreditasi, kini UIN Bukittinggi bangga menaungi 19 jurnal ilmiah terakreditasi (5 Sinta 2, 3 Sinta 3, dan 6 Sinta 4).


Langkah besar ini tidak sekadar menjadi statistik keberhasilan, melainkan model inspiratif bagi perguruan tinggi lain dalam membangun reputasi akademik yang berdaya saing nasional maupun global.


Kepemimpinan Visioner: Menjadikan Akreditasi Pijakan Awal, Bukan Akhir


Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, M.Si, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim Rumah Jurnal dan seluruh pengelola. Namun, ia juga menegaskan pentingnya memiliki pandangan jauh ke depan (forward-looking) bagi iklim akademik kampus.


"Ini merupakan prestasi yang patut kita syukuri bersama. Namun, akreditasi Sinta 2 harus menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal, memperluas jejaring editor dan reviewer, serta mendorong jurnal-jurnal kita menembus Sinta 1 hingga reputasi internasional yang terindeks Scopus," tegas Prof. Silfia Hanani.


Pesan kepemimpinan ini menggarisbawahi prinsip utama pendidikan tinggi modern: kualitas akademik adalah proses pembenahan tanpa akhir.


Kunci Kesuksesan: Tata Kelola Profesional dan Kedisiplinan Manajemen


Ketua Rumah Jurnal UIN Bukittinggi, Firdaus Annas, M.Kom., mengungkapkan bahwa keberhasilan ini lahir dari evaluasi berkala dan sistem kerja yang terstruktur. Dalam agenda evaluasi yang melibatkan perwakilan pengelola dari 27 jurnal ilmiah, target waktu penerbitan dan kelengkapan administrasi dikelola dengan sangat ketat.


Firdaus mengingatkan bahwa di era digital saat ini, reputasi publikasi ilmiah tidak bisa diraih hanya dengan memenuhi persyaratan formalitas.


"Keberhasilan meraih Sinta 2 bukan hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi semata, melainkan konsistensi penerbitan, mutu artikel ilmiah, kualitas proses telaah sejawat (peer review), profesionalitas dewan editor, serta kepatuhan terhadap etika publikasi ilmiah," ungkap Firdaus.


Pelajaran Penting Bagi Perguruan Tinggi Indonesia


Keberhasilan UIN Bukittinggi memberikan sinyal kuat bagi seluruh sivitas akademika perguruan tinggi di Indonesia mengenai pentingnya beberapa pilar utama:


Penguatan Kelembagaan (Rumah Jurnal): Membentuk unit khusus yang fokus melakukan pendampingan dan standardisasi riset secara terpusat.


Kedisiplinan Waktu (Siklus Terbit): Menjaga kepastian dan konsistensi jadwal terbit jurnal sebagai bentuk akuntabilitas publik.


Peningkatan Standar Mutu Substantif: Mendorong objektivitas lewat pelibatan penulis dan reviewer lintas institusi, baik nasional maupun internasional.


Dengan orientasi masa depan yang konsisten pada mutu dan reputasi global, apa yang ditunjukkan oleh UIN Bukittinggi menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi Indonesia mampu terus melangkah maju dan menjaga marwah keilmuan bangsa.

(Idul Fitri/MP)

×
Berita Terbaru Update