-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Proyek Tanggap Darurat Sungai Batang Air Dingin Kembali Disorot, Warga Pertanyakan Penanganan di Lapangan, PT Nindya Karya Tegaskan Komitmen

Rabu, 15 Juli 2026 | Juli 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-15T02:37:55Z
Aktivitas ekskavator di lokasi penanganan Sungai Batang Air Dingin dipantau sebagai bagian dari upaya mitigasi dampak gerusan sungai.


Padang, MP----- Pelaksanaan proyek penanganan tanggap darurat pascabencana hidrometeorologi di kawasan Sungai Batang Air Dingin, Lubuk Lukum, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, kembali menjadi perhatian masyarakat. Sorotan kali ini muncul setelah warga mempertanyakan metode pekerjaan yang sedang dilakukan di lokasi, menyusul kondisi sejumlah kawat bronjong batu kali yang dinilai telah mengalami kerusakan dan pergeseran.

Sejumlah bagian bronjong di kawasan Lubuk Lukum terlihat mengalami pergeseran akibat gerusan arus sungai.


Berdasarkan pantauan tim media pada Selasa (14/7/2026), sebuah alat berat jenis ekskavator terlihat mengeruk material dari alur sungai dan menumpukkannya membentuk tanggul. Aktivitas tersebut memunculkan pertanyaan dari sebagian warga yang berharap material hasil pengerukan dapat langsung dimanfaatkan untuk memperkuat bagian bawah bronjong yang telah tergerus arus sungai.


"Kalau tujuannya untuk melindungi kawat bronjong supaya tidak ambrol ke sungai, kenapa materialnya dikumpulkan dulu? Menurut kami lebih baik langsung didorong ke sisi bronjong agar bagian bawah yang sudah tergerus bisa segera diperkuat," ujar Bahtiar, warga setempat, kepada tim media.


Warga berharap langkah penanganan di lapangan dapat dilakukan secepat mungkin untuk meminimalkan risiko kerusakan yang lebih luas, terutama apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang kembali meningkatkan debit Sungai Batang Air Dingin.


Namun demikian, di tengah sorotan tersebut, PT Nindya Karya sebelumnya telah menyampaikan hak jawab dan pernyataan resmi secara tertulis kepada redaksi terkait pemberitaan mengenai konstruksi bronjong di kawasan Sungai Batang Air Dingin.


Dalam surat yang ditandatangani Project Manager PT Nindya Karya, Mashudi Agung Wibowo, perusahaan menegaskan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan merupakan kegiatan penanganan tanggap darurat pascabencana hidrometeorologi yang dimulai pada akhir November 2025.


Menurut perusahaan, konstruksi bronjong tersebut bersifat sementara sebagai langkah preventif untuk menahan gerusan awal dan melindungi fasilitas umum maupun permukiman warga dari dampak bencana yang lebih besar. Karena itu, konstruksi tersebut disebut bukan bangunan permanen yang dirancang untuk penggunaan jangka panjang.


PT Nindya Karya juga menjelaskan bahwa kondisi pergeseran maupun penurunan batu pada bronjong dipengaruhi oleh faktor alam. Tingginya curah hujan di daerah hulu serta meningkatnya debit dan kecepatan arus Sungai Batang Air Dingin dalam beberapa bulan terakhir disebut memicu terjadinya penggerusan alami (scouring) pada dasar sungai.


Selain itu, perusahaan memastikan seluruh material yang digunakan dalam pekerjaan tanggap darurat telah melalui proses pengujian dan dinyatakan memenuhi spesifikasi teknis sesuai ketentuan yang diawasi oleh pengawas lapangan serta instansi terkait.


Sebagai tindak lanjut, PT Nindya Karya menyatakan tim teknis saat ini masih melakukan survei dan evaluasi terhadap sejumlah titik yang terdampak perubahan kondisi sungai. Perusahaan juga menyebut terus berkoordinasi dengan balai maupun instansi teknis terkait untuk menentukan langkah penanganan berikutnya, dengan mengedepankan aspek keselamatan masyarakat dan keberlanjutan fungsi infrastruktur pengendali sungai di kawasan wisata Lubuk Minturun.


Pihak perusahaan menegaskan komitmennya untuk tetap melaksanakan tugas penanganan tanggap darurat secara optimal sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak bencana hidrometeorologi di kawasan tersebut.


Dengan adanya penjelasan resmi dari PT Nindya Karya dan masukan dari masyarakat di lapangan, diharapkan proses evaluasi teknis dapat menghasilkan solusi yang cepat dan tepat sehingga fungsi bronjong sebagai pelindung tebing sungai dapat kembali berjalan secara optimal.

(MP)

×
Berita Terbaru Update