-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Rutan Padang Perkuat Pembinaan Kemandirian, Warga Binaan Diasah Lewat Pelatihan Kerja dan Pertanian

Sabtu, 25 Juli 2026 | Juli 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-25T00:52:53Z
Mebel berkualitas hasil karya warga binaan Rutan Kelas IIB Padang diminati masyarakat. Penyerahan produk dilakukan langsung oleh Kasubsi Yantah M. Aidil Syahputra kepada pembeli.


Padang, MP----- Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Padang terus mengoptimalkan program pembinaan bagi warga binaan dengan menghadirkan berbagai kegiatan produktif yang bertujuan membekali mereka dengan keterampilan sekaligus menumbuhkan semangat untuk memulai kehidupan baru setelah bebas. Melalui pendekatan pembinaan yang humanis, rutan berupaya menjadikan masa pidana sebagai momentum pembelajaran dan pengembangan diri.


Kepala Rutan Kelas IIB Padang, Mai Yudiansyah, melalui Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan (Kasubsi Yantah), M. Aidil Syahputra, menjelaskan bahwa meski pelatihan keterampilan bukan merupakan program utama rumah tahanan sebagaimana di lembaga pemasyarakatan (lapas), pihaknya tetap berkomitmen menghadirkan aktivitas positif bagi warga binaan.


"Rutan pada dasarnya merupakan tempat penahanan. Namun kami tetap berupaya memberikan pembinaan yang bermanfaat agar warga binaan memiliki kegiatan produktif selama menjalani masa tahanan," ujar Aidil di ruang kerjanya, Jumat (24/7/2026).


Berbagai pelatihan yang dijalankan meliputi pembuatan kanopi, pengelasan, pembuatan mebel, pembuatan teralis rumah hingga keterampilan servis pendingin ruangan (AC). Selain itu, lahan kosong di lingkungan rutan dimanfaatkan sebagai kebun produktif untuk menanam terong, melon, kacang panjang, serta beragam jenis sayuran lainnya.


Program tersebut tidak hanya bertujuan mengisi waktu warga binaan dengan aktivitas yang bermanfaat, tetapi juga menjadi sarana membangun etos kerja, kedisiplinan, serta keterampilan yang dapat menjadi bekal saat mereka kembali ke tengah masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu menekan potensi residivisme melalui peningkatan kemampuan dan kepercayaan diri warga binaan.


Aidil menjelaskan, hasil produksi dari berbagai kegiatan keterampilan juga memberikan manfaat ekonomi. Pendapatan yang diperoleh dialokasikan sebesar 30 persen sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), 50 persen diberikan sebagai premi bagi warga binaan yang terlibat, sementara 20 persen disimpan sebagai dana kas untuk mendukung kebutuhan pengembangan sarana produksi dan belanja modal.


Saat ini Rutan Kelas IIB Padang menampung sebanyak 1.032 warga binaan dan tahanan. Namun, tidak seluruhnya dapat mengikuti program keterampilan. Kesempatan tersebut diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi persyaratan, di antaranya telah menjalani sedikitnya sepertiga masa pidana.


Dalam pelaksanaannya, rutan juga memanfaatkan potensi yang dimiliki warga binaan. Mereka yang telah memiliki keahlian di bidang tertentu dipercaya menjadi instruktur bagi sesama warga binaan, sehingga tercipta proses pembelajaran yang saling menguatkan sekaligus membangun rasa tanggung jawab di lingkungan pemasyarakatan.


Melalui pembinaan berbasis keterampilan dan pemberdayaan tersebut, Rutan Kelas IIB Padang menegaskan bahwa fungsi pemasyarakatan tidak hanya sebatas menjalankan masa hukuman, tetapi juga mempersiapkan warga binaan menjadi pribadi yang lebih mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif ketika kembali ke masyarakat.

(Rajo.A/MP)

×
Berita Terbaru Update