-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Dari Pascabencana ke Ekonomi Digital, Padang Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 12 Agustus 2026 | Agustus 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-11T22:07:32Z
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menghadiri Workshop Badan Ekraf Digital Entrepreneurship (BDE) di Youth Center Padang.


Padang, MP----- Pemulihan ekonomi pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali infrastruktur fisik. Di tengah perubahan pola konsumsi dan perdagangan yang semakin bergeser ke ruang digital, penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi bagian penting dari upaya membangun kembali ekonomi masyarakat.


Semangat itulah yang terlihat dalam Workshop Badan Ekraf Digital Entrepreneurship (BDE) yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Padang, Selasa (11/8/2026).


Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir hadir dalam kegiatan tersebut dan menilai program penguatan kewirausahaan berbasis digital memiliki arti strategis bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak bencana hidrometeorologi 2025.


Workshop BDE merupakan bagian dari program rekonstruksi berbasis kreativitas, teknologi, dan media pascabencana. Program tersebut diinisiasi Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi.


Sumatera Barat menjadi provinsi pertama dari tiga provinsi terdampak bencana yang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program. Kehadiran program ini sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk tidak hanya memulihkan aktivitas usaha, tetapi juga meningkatkan kapasitas agar mampu beradaptasi dengan ekosistem ekonomi digital.


Maigus Nasir mengatakan, transformasi digital harus ditempatkan sebagai instrumen untuk memperluas kesempatan usaha masyarakat. Menurutnya, penguatan UMKM melalui teknologi memiliki keterkaitan erat dengan agenda Pemerintah Kota Padang dalam mendorong pelaku usaha agar mampu berkembang secara berkelanjutan.


“Penguatan kapasitas pelaku UMKM melalui teknologi digital ini sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang, yaitu UMKM Naik Kelas,” ujar Maigus.


Program UMKM Naik Kelas, jelasnya, tidak semata diarahkan untuk meningkatkan jumlah pelaku usaha, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk lokal. Digital marketing menjadi salah satu instrumen penting untuk membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk menjangkau konsumen di luar Kota Padang.


Selain pemasaran digital, pemerintah juga mendorong kemudahan pembiayaan bagi pelaku UMKM serta percepatan sertifikasi halal. Langkah tersebut dinilai penting agar produk lokal tidak hanya mampu bertahan di pasar, tetapi juga memiliki legitimasi, kualitas, dan daya saing yang lebih kuat.


“Fokusnya mencakup digital marketing, perluasan pasar, kemudahan pembiayaan, serta percepatan sertifikasi halal. Semua ini diarahkan untuk memperkuat daya saing ekonomi lokal di Kota Padang,” kata Maigus.


Menurutnya, momentum pemulihan pascabencana dapat menjadi titik balik untuk membangun ekosistem ekonomi masyarakat yang lebih adaptif. Kreativitas, teknologi, dan kemampuan memanfaatkan media digital harus menjadi bagian dari strategi pemulihan agar pelaku usaha tidak kembali pada pola lama, melainkan mampu menciptakan model bisnis yang lebih tangguh.


Workshop BDE pun menjadi ruang pembelajaran dan penguatan jejaring bagi para pelaku ekonomi kreatif. Di tengah tantangan pascabencana dan persaingan pasar yang semakin terbuka, kemampuan memanfaatkan teknologi digital menjadi salah satu modal penting bagi UMKM untuk bertahan, tumbuh, dan naik kelas.


Bagi Kota Padang, agenda tersebut memperkuat arah pembangunan ekonomi yang menempatkan UMKM dan ekonomi kreatif sebagai salah satu fondasi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pemulihan pascabencana dengan demikian tidak berhenti pada mengembalikan kondisi sebelum bencana, tetapi diarahkan untuk melahirkan pelaku usaha yang lebih siap menghadapi perubahan zaman.

(Pd/red)

×
Berita Terbaru Update