-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Fadly Amran Buka Jalan Kolaborasi Global untuk Percepatan Pembangunan Padang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | Agustus 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-08T00:22:07Z
Wali Kota Padang Fadly Amran berdiskusi dengan Sekjen Kemenlu RI Denny Abdi dan Resident Representative UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella terkait peluang kolaborasi pembangunan Kota Padang.


Padang, MP----- Momentum Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 dimanfaatkan Pemerintah Kota Padang untuk memperluas jejaring pembangunan hingga tingkat internasional. Wali Kota Padang Fadly Amran menawarkan sejumlah agenda strategis kepada Kementerian Luar Negeri RI dan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia untuk mendorong pembangunan kota yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada masa depan.


Upaya tersebut mengemuka dalam pertemuan strategis Fadly Amran bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri RI Denny Abdi dan Resident Representative UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella di Gedung Putih, Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Jumat (7/8/2026).


Pertemuan itu menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi sekaligus tantangan pembangunan Padang kepada mitra internasional. Fadly menawarkan sejumlah bidang kolaborasi yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.


Di antaranya implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), pengembangan ekonomi sirkular, penataan kawasan Sungai Batang Arau, serta penguatan visi Padang sebagai smart city dan healthy city.


Fadly Amran menegaskan, pembangunan kota tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah pusat, lembaga internasional, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kunci untuk menghadirkan lompatan pembangunan yang lebih cepat dan terukur.


«“Kita ingin pembangunan Kota Padang tidak berjalan sendiri. Kita membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan pemerintah pusat dan mitra internasional agar berbagai potensi yang kita miliki dapat dikembangkan menjadi kekuatan baru bagi kota,” ujar Fadly Amran.»


Ia menjelaskan, agenda pembangunan berkelanjutan menjadi salah satu prioritas karena Padang menghadapi tantangan perkotaan yang semakin kompleks. Pertumbuhan penduduk, pengelolaan lingkungan, mobilitas masyarakat, penguatan ekonomi, hingga kebutuhan terhadap layanan publik yang semakin cepat membutuhkan pendekatan baru.


Dalam konteks tersebut, konsep ekonomi sirkular dinilai dapat menjadi salah satu instrumen penting. Pengelolaan sumber daya dan limbah tidak lagi dipandang sekadar sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai peluang menciptakan aktivitas ekonomi baru sekaligus membuka lapangan kerja.


Penataan Sungai Batang Arau juga menjadi bagian penting dari tawaran kerja sama tersebut. Sungai yang memiliki nilai historis dan strategis bagi Kota Padang itu diarahkan agar tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari sistem pengendalian air, tetapi juga dapat menjadi ruang publik, kawasan ekonomi, destinasi wisata, sekaligus bagian dari identitas kota.


Fadly menilai pengembangan kawasan sungai harus dilakukan secara terpadu dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kepentingan masyarakat.


“Batang Arau memiliki potensi besar. Kita ingin sungai ini menjadi bagian dari wajah baru Kota Padang, baik dari sisi lingkungan, pariwisata, ekonomi maupun ruang publik,” katanya.


Sementara itu, penguatan konsep smart city dan healthy city diarahkan untuk memastikan transformasi perkotaan tidak berhenti pada pemanfaatan teknologi. Digitalisasi pemerintahan harus bermuara pada pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, transparan, serta mampu meningkatkan kualitas kehidupan warga.


Menurut Fadly, kota pintar pada akhirnya bukan sekadar persoalan teknologi, melainkan bagaimana teknologi digunakan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat.


Pertemuan dengan Kementerian Luar Negeri dan UNDP tersebut sekaligus menunjukkan arah baru diplomasi pembangunan di tingkat daerah. Kota Padang berupaya memanfaatkan jejaring nasional dan internasional untuk membuka akses terhadap pengetahuan, inovasi, pembiayaan, serta praktik terbaik pembangunan kota.


Momentum HJK Padang ke-357 pun tidak sekadar menjadi perayaan perjalanan sejarah kota, tetapi dimanfaatkan sebagai titik tolak untuk membangun masa depan Padang yang lebih terbuka terhadap kolaborasi global.


Dengan potensi sebagai kota pesisir, pusat perdagangan, pendidikan, pariwisata, dan kebudayaan di Sumatera Barat, Padang memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan model pembangunan perkotaan yang memadukan pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, inovasi teknologi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Fadly menegaskan, Pemerintah Kota Padang akan terus membangun kemitraan strategis agar visi tersebut dapat diwujudkan secara konkret.


“Harapan kita, kerja sama ini tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program konkret yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Padang,” tutur Fadly.


Pertemuan tersebut menjadi salah satu langkah Padang memperkuat posisinya sebagai kota yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga semakin adaptif, hijau, sehat, cerdas, dan terkoneksi dengan agenda pembangunan global.

(Pd/red)

×
Berita Terbaru Update