![]() |
| Kebersamaan sekolah dan masyarakat menjadi cermin semangat gotong royong di Bulasat. |
Mentawai, MP----- Semangat kemerdekaan terasa hangat di halaman SD Negeri 31 Bulasat, Mentawai, Senin (17/8/2026). Di tengah suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, para siswa, guru, tenaga kependidikan, tokoh masyarakat, kepala dusun, serta warga Surat Aban berkumpul mengikuti upacara bendera dengan penuh khidmat.
Upacara yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB itu menjadi momentum penting bagi warga sekolah untuk menanamkan kembali nilai persatuan, nasionalisme, dan kecintaan terhadap Tanah Air kepada generasi muda.
Mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, peringatan kemerdekaan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Bagi keluarga besar SD Negeri 31 Bulasat, momentum tersebut menjadi ruang untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus membangun optimisme menghadapi masa depan.
Kepala SD Negeri 31 Bulasat sekaligus pembina upacara, Bester, S.PdK, dalam amanatnya menekankan pentingnya memaknai kemerdekaan melalui tindakan nyata, terutama dalam lingkungan pendidikan.
Menurutnya, tema kemerdekaan tahun ini merefleksikan tekad seluruh elemen bangsa untuk menghadapi tantangan zaman dengan persatuan, inovasi, serta semangat untuk terus bergerak maju.
“Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju adalah refleksi dari tekad kita untuk menghadapi tantangan zaman dengan inovasi dan semangat kemajuan. Mari kita gunakan momentum ini untuk memperkuat komitmen terhadap pembangunan bangsa dan negara,” tegas Bester.
Rangkaian upacara berlangsung tertib. Pengibaran Sang Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan teks Proklamasi dan doa bersama untuk keselamatan serta kemajuan bangsa Indonesia.
Nuansa kebangsaan semakin terasa ketika para peserta mengenakan pakaian bernuansa merah putih. Sejumlah peserta juga mengenakan pakaian adat, menghadirkan warna tersendiri dalam perayaan kemerdekaan sekaligus menggambarkan keberagaman budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Bagi Bester, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut memiliki arti penting. Sekolah, kata dia, tidak dapat berdiri sendiri dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak. Dukungan keluarga dan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan.
“Upacara tahun ini memiliki makna khusus. Kami berharap tema kemerdekaan dapat memotivasi seluruh elemen sekolah untuk terus berkontribusi bagi kemajuan negara. Ini juga menjadi saat yang tepat untuk merefleksikan apa yang telah kita capai dan merencanakan langkah-langkah ke depan,” ujarnya.
Usai upacara, suasana berubah menjadi lebih semarak. Berbagai penampilan dan kegiatan hiburan digelar untuk siswa sebagai bagian dari perayaan HUT Kemerdekaan RI. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk berekspresi, bergembira, sekaligus membangun keberanian dan rasa percaya diri.
Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan bersama itu juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara siswa, guru, orang tua, dan masyarakat. Kebersamaan yang terbangun menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana nilai persatuan dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bester menilai kehadiran masyarakat Surat Aban dalam upacara tersebut merupakan cerminan kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pendidikan anak-anak.
“Kehadiran seluruh warga Surat Aban menunjukkan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus memajukan bangsa, sejalan dengan tema kemerdekaan tahun ini,” katanya.
Dari halaman sekolah di Bulasat, pesan kemerdekaan pun terasa sederhana namun kuat: bahwa membangun Indonesia tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Menanamkan disiplin kepada anak, mengajarkan persatuan, menghargai keberagaman, dan menjaga semangat belajar merupakan bagian dari perjuangan untuk mengisi kemerdekaan.
Di tempat seperti Bulasat, perayaan HUT ke-81 RI akhirnya bukan hanya tentang pengibaran bendera. Ia menjadi pengingat bahwa semangat Indonesia terus tumbuh dari sekolah-sekolah, dari guru dan anak-anak, serta dari masyarakat yang bersama-sama menjaga harapan tentang masa depan negeri.
(Red/IS-MP)
