-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Meneladani Kesederhanaan Umar bin Khattab, Usai Upacara HUT RI Wali Kota Zulmaeta Turun Bantu Korban Kebakaran

Selasa, 18 Agustus 2026 | Agustus 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-18T10:24:40Z
Wali Kota Zulmaeta berdialog dengan warga korban kebakaran di Padang Tiakar.


Payakumbuh, MP----- Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga lewat kepedulian dan kehadiran nyata di tengah masyarakat. Hal itu ditunjukkan Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, yang usai memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026), langsung mengunjungi warga yang menjadi korban kebakaran di Kelurahan Padang Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur.


Tanpa sekat birokrasi, Zulmaeta turun langsung menemui warga terdampak. Ia menyerahkan bantuan sekaligus memastikan penanganan pascakebakaran berjalan dan kebutuhan para korban mendapat perhatian pemerintah.


Langkah tersebut memperlihatkan corak kepemimpinan yang menempatkan kehadiran di tengah masyarakat sebagai bagian penting dari pelayanan publik. Kesederhanaan dan kepedulian itu mengingatkan pada keteladanan Umar bin Khattab, sahabat Rasulullah SAW yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap kondisi rakyatnya.


Bantuan untuk Enam Kepala Keluarga


Dalam kunjungan tersebut, bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Payakumbuh disalurkan kepada enam kepala keluarga atau 24 jiwa yang terdampak kebakaran. Masing-masing jiwa menerima bantuan tunai sebesar Rp500 ribu untuk memenuhi kebutuhan mendesak selama masa tanggap darurat.


Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Sosial Kota Payakumbuh juga telah menyalurkan bantuan darurat sejak malam kejadian.


Di hadapan warga, Zulmaeta memastikan pemerintah akan terus mendampingi para korban hingga proses pemulihan berlangsung.


“Untuk sementara lokasi belum dapat kita bersihkan karena aparat masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran. Namun setelah proses tersebut selesai, kita akan turun bersama-sama melakukan gotong royong membersihkan puing-puing. Untuk pembangunan kembali rumah warga, insyaallah pemerintah akan membantu prosesnya,” ujar Zulmaeta.


Ia mengatakan kondisi dan kebutuhan para korban akan terus dipantau secara berkala.


“Pemerintah akan terus memantau kebutuhan masyarakat yang terdampak. Kita tentu berharap warga dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan baik,” katanya.


Enam Rumah Terbakar


Kebakaran tersebut terjadi pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 19.20 WIB dan menghanguskan enam unit rumah. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.


Penanganan cepat petugas pemadam kebakaran, BPBD, PLN, serta kepedulian masyarakat sekitar turut membantu mengendalikan situasi sehingga api tidak menimbulkan korban jiwa.


Dari musibah itu, Zulmaeta mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik dan sumber api di rumah.


“Kami mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Periksa instalasi listrik secara berkala, pastikan kompor dan sumber api benar-benar aman sebelum meninggalkan rumah. Jangan sampai kita lengah. Mari bersama-sama menjaga keamanan lingkungan agar kejadian serupa tidak terulang,” imbaunya.


Pemerintah Hadir Bersama Masyarakat


Penyerahan bantuan tersebut turut didampingi Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda, Asisten III Ifon Satria Chan, sejumlah kepala OPD, Kapolsek Kota Payakumbuh, Ketua Baznas Payakumbuh, Camat Payakumbuh Timur Yopie Kurniawan, serta Lurah Padang Tiakar.


Kehadiran jajaran pemerintah secara langsung di lokasi menjadi pesan bahwa penanganan bencana bukan hanya soal bantuan material, tetapi juga tentang memastikan warga tidak merasa menghadapi musibah seorang diri.


Di tengah peringatan kemerdekaan, langkah Zulmaeta menemui korban kebakaran memberi makna lain tentang arti pengabdian. Kemerdekaan, pada akhirnya, bukan sekadar upacara dan pengibaran bendera, melainkan juga keberanian untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan.


Dari Padang Tiakar, semangat gotong royong dan kepedulian itu kembali menemukan bentuknya: pemerintah datang, warga dibantu, dan harapan untuk bangkit kembali terus dijaga.


(Idul Fitri/MP)

×
Berita Terbaru Update