![]() |
| Pengurus DPN ASANTARA bersama Ketua Dewan Pengawas Mufti Syarfi membangun komitmen memperkuat solidaritas dan profesionalisme media online. |
Padang, MP----- Keragaman di tubuh Asosiasi Media Online Nusantara (ASANTARA) dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun organisasi yang solid, dinamis dan mampu menghadapi perubahan pesat industri media digital.
![]() |
| Jajaran pengurus DPN ASANTARA mengikuti dialog bersama Ketua Dewan Pengawas Mufti Syarfi dalam suasana penuh keakraban. |
Pandangan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pengawas DPN ASANTARA, Drs. H. Muhammad Mufti Syarfi, MM, dalam dialog bersama jajaran pengurus Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) yang berlangsung di Hotel Rangkayo Basa, Padang, Sabtu (15/8/2026).
Dialog tersebut berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh kekeluargaan. Selain membahas dinamika organisasi, pertemuan menjadi ruang bertukar gagasan mengenai tantangan media online, penguatan profesionalisme serta pentingnya membangun solidaritas dan jejaring di antara pengelola media.
Mufti Syarfi mengungkapkan, salah satu alasan dirinya tertarik bergabung dengan ASANTARA justru karena melihat adanya keragaman di dalam organisasi tersebut. Menurutnya, perbedaan latar belakang, pengalaman, karakter maupun pemikiran tidak harus dipandang sebagai hambatan.
Sebaliknya, keragaman dapat menjadi energi yang mendorong setiap anggota untuk terus belajar, beradaptasi dan melahirkan gagasan-gagasan baru.
«“Kalau sama semuanya itu biasa saja. Tapi keragaman di ASANTARA memacu semangat kita di dalam berorganisasi,” ungkap Mufti.»
Menurutnya, organisasi yang menghimpun media online dari berbagai latar belakang memiliki potensi besar untuk membangun kekuatan bersama. Setiap media memiliki pengalaman, karakter dan tantangan masing-masing sehingga pertukaran pengalaman dapat menjadi modal penting untuk memperkuat organisasi.
Mufti mengingatkan agar perbedaan tidak berkembang menjadi sumber perpecahan. Justru, keberagaman harus dikelola melalui komunikasi yang terbuka sehingga dapat memperkaya perspektif dan memperluas ruang kolaborasi.
Karena itu, ia mendorong seluruh jajaran DPN ASANTARA untuk terus memperkuat kolaborasi dengan satu semangat solidaritas.
«“Kolaborasi ini harus terus diperkuat dalam satu semangat solidaritas,” tegasnya.»
Media Online Dituntut Terus Beradaptasi
Di tengah perkembangan teknologi informasi yang berlangsung sangat cepat, keberadaan media online menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Kecepatan penyebaran informasi, persaingan antarmedia, perkembangan media sosial dan perubahan pola masyarakat dalam mengonsumsi berita menuntut pengelola media untuk terus beradaptasi.
Namun, Mufti menegaskan bahwa perkembangan teknologi tidak boleh menggeser nilai-nilai dasar jurnalistik. Kecepatan tetap harus berjalan beriringan dengan akurasi, verifikasi, keberimbangan, independensi dan tanggung jawab kepada publik.
Dalam konteks tersebut, ASANTARA dinilai dapat menjadi ruang strategis bagi pengelola media online untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat kapasitas dan membangun kolaborasi tanpa menghilangkan karakter serta independensi masing-masing media.
Wartawan senior, menurut Mufti, memiliki pengalaman dan perspektif yang dapat menjadi bekal bagi generasi berikutnya. Sementara generasi muda membawa energi, kreativitas dan gagasan baru yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi perubahan ekosistem media digital.
Pertemuan di Hotel Rangkayo Basa juga menegaskan bahwa organisasi yang kuat tidak hanya dibangun melalui struktur dan program kerja. Hubungan antarmanusia, komunikasi dan silaturahim menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.
Mufti menilai hubungan yang sehat, terbuka dan saling menghargai akan menciptakan suasana organisasi yang lebih produktif. Perbedaan pandangan dapat ditempatkan sebagai bagian dari proses memperkaya organisasi, bukan menjadi alasan untuk saling menjauh.
Silaturahim Menjadi Kekuatan Media
Dalam menjalankan aktivitas jurnalistik, kemampuan membangun relasi dengan berbagai pihak juga menjadi modal penting. Jaringan yang luas membantu wartawan memperoleh informasi, memahami persoalan secara lebih komprehensif dan menghadirkan pemberitaan yang lebih berimbang.
Namun demikian, relasi tetap harus ditempatkan dalam koridor etika dan profesionalisme. Kedekatan dengan narasumber maupun berbagai pihak tidak boleh menghilangkan independensi media dan sikap kritis wartawan.
Mufti menyebut relasi, silaturahim, keterbukaan, sikap korektif, pengetahuan, profesionalisme dan solidaritas sebagai modal penting bagi insan media dalam menjaga kepercayaan publik.
Baginya, media online bukan sekadar kanal penyebarluasan informasi. Media memiliki tanggung jawab sosial untuk menghadirkan informasi yang benar, mencerdaskan masyarakat serta menjadi bagian dari kontrol sosial.
Karena itu, penguatan organisasi media online seperti ASANTARA menjadi relevan di tengah perubahan lanskap pers. Kolaborasi antarpengelola media dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan, memperkuat jejaring dan mendorong peningkatan kualitas jurnalistik.
Pada akhirnya, Mufti kembali mengingatkan bahwa kekuatan wartawan tidak hanya berada pada kemampuan menulis berita, tetapi juga pada kemampuan membangun hubungan yang baik dengan banyak pihak.
«“Kekuatan wartawan itu ada dalam silaturahim, tapi jarang kita mengetahui,” pungkasnya.»
Pesan tersebut menjadi salah satu benang merah dialog DPN ASANTARA di Hotel Rangkayo Basa. Keragaman yang ada di dalam Asosiasi Media Online Nusantara diharapkan tidak menjadi sekat, melainkan energi bersama untuk membangun organisasi yang semakin solid, profesional dan adaptif.
Dengan memperkuat kolaborasi, menjaga solidaritas serta tetap berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik, ASANTARA memiliki ruang besar untuk menjadi wadah yang mempertemukan berbagai kekuatan media online sekaligus mendorong kemajuan pers di tengah era transformasi digital.

