![]() |
| Pemasangan pipa sekitar 200 meter lagi seperti yang terlihat di depan Kantor KAN Pauh terus dikebut. |
Pekerjaan 2,5 Kilometer Dikebut, Jembatan Khusus Pipa Disiapkan di Kuranji II
Padang, MP----- Pemulihan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pascagalodo di Kota Padang terus dikebut. Dari total sekitar 2,5 kilometer pemasangan pipa distribusi utama yang dikerjakan PT Hutama Karya (Persero), kini tersisa sekitar 250 meter.
![]() |
| Lokasi pemasangan pipa SPAM yang telah selesai dikerjakan dan dibersihkan oleh tim Hutama Karya. |
Pelaksana Lapangan PT Hutama Karya (Persero), Sayudi, mengatakan sebagian besar pemasangan jaringan pipa utama telah mendekati tahap penyelesaian. Pihaknya menargetkan pekerjaan pemasangan pipa tersebut rampung dalam pekan ini, dengan pengecualian pada titik yang berada di sekitar Jembatan Kuranji II.
“Dalam minggu ini insyaallah pekerjaan pemasangan pipa telah selesai dilaksanakan, kecuali yang dekat Jembatan Kuranji II. Di sana akan kita bangun jembatan khusus untuk pipa,” kata Sayudi saat ditemui wartawan di lokasi pekerjaan dekat Kantor KAN Pauh, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, pembangunan jembatan khusus tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan jaringan distribusi air dapat melewati kawasan sungai secara aman dan tetap memenuhi kebutuhan teknis sistem perpipaan.
Untuk mempercepat tahapan tersebut, tim survei dijadwalkan turun ke lokasi pada Rabu. Hasil survei akan menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan jembatan khusus pipa.
“Insyaallah hari ini tim survei turun ke lokasi. Mudahan dalam waktu dekat jembatan sudah bisa kita kerjakan,” ujarnya.
Fokus Merampungkan Pekerjaan Utama
Sayudi menjelaskan, setelah sebagian besar jaringan pipa terpasang, tim di lapangan kini memusatkan perhatian pada penyelesaian pekerjaan yang sedang berjalan, termasuk merapikan dan membersihkan area kerja.
“Sekarang kami fokus pekerjaan yang sedang berjalan. Kami rapikan dulu, kami bersihkan dulu, hingga pekerjaan di lokasi jembatan bisa dilaksanakan,” katanya.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan pemulihan tidak berhenti pada pemasangan pipa. Setelah jaringan tertanam, kondisi lokasi juga harus dikembalikan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.
Dengan tersisanya sekitar 250 meter dari total 2,5 kilometer jaringan distribusi utama, capaian fisik di lapangan menunjukkan pekerjaan telah memasuki tahap akhir untuk ruas utama. Namun, titik yang berada di sekitar Jembatan Kuranji II masih menjadi pekerjaan penting yang harus dituntaskan sebelum seluruh rangkaian jaringan dapat berfungsi secara optimal.
Mengejar Target, Menjaga Mutu
Percepatan pekerjaan ini sejalan dengan target PT Hutama Karya untuk menyelesaikan pemulihan infrastruktur SPAM pascabencana pada akhir tahun 2026.
Sebelumnya, Project Manager PT Hutama Karya (Persero), Asih Abdurrahman, menyebut progres keseluruhan pekerjaan pemulihan SPAM di sejumlah wilayah Sumatera Barat telah mencapai sekitar 40 persen pada pekan pertama Agustus.
Proyek tersebut mencakup infrastruktur SPAM terdampak bencana di Kabupaten Agam, Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Padang.
Di Kota Padang, salah satu pekerjaan strategis berada di Kecamatan Kuranji, menyusul terputusnya jaringan perpipaan akibat galodo yang merusak Jembatan Gunung Nago.
Jaringan pipa yang disambungkan dari kawasan Simpang Pasir menuju Jembatan Kuranji II menjadi bagian penting dalam mengembalikan konektivitas sistem distribusi air bersih bagi masyarakat.
Namun, percepatan pekerjaan tetap harus berjalan beriringan dengan aspek keselamatan, mutu konstruksi dan pemulihan kondisi badan jalan. Apalagi pekerjaan berlangsung di tengah aktivitas masyarakat dan lalu lintas yang cukup padat.
Karena itu, setiap tahapan harus dilakukan dengan memperhatikan kondisi lapangan dan kebutuhan teknis. Pembangunan jembatan khusus untuk pipa di sekitar Kuranji II menjadi salah satu solusi agar jaringan distribusi dapat melewati titik tersebut tanpa mengabaikan aspek keamanan konstruksi.
Dari Galian Jalan Menuju Pemulihan Layanan
Bagi masyarakat yang melintasi lokasi pekerjaan, proses pemulihan SPAM mungkin terlihat sebatas aktivitas penggalian, pemasangan pipa dan perapian badan jalan. Namun, pekerjaan tersebut memiliki arti lebih besar karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan layanan air bersih.
Bencana tidak hanya merusak bangunan dan infrastruktur yang terlihat di permukaan. Putusnya jaringan perpipaan juga dapat mengganggu kebutuhan dasar masyarakat dalam jangka waktu panjang.
Karena itu, semakin dekatnya penyelesaian pemasangan pipa distribusi utama menjadi perkembangan penting dalam proses pemulihan pascabencana di Kota Padang.
Tersisanya sekitar 250 meter pekerjaan dari total 2,5 kilometer kini menjadi tantangan terakhir untuk ruas utama tersebut. Di saat yang sama, pembangunan jembatan khusus pipa di Kuranji II akan menjadi salah satu pekerjaan penentu agar seluruh jaringan dapat tersambung secara aman dan berfungsi sesuai perencanaan.
Jika tahapan survei dan pembangunan jembatan berjalan sesuai rencana, pekerjaan pemulihan SPAM di kawasan tersebut diharapkan semakin mendekati garis akhir.
Pada akhirnya, keberhasilan proyek bukan hanya diukur dari berapa kilometer pipa yang berhasil ditanam, tetapi dari seberapa cepat jaringan tersebut kembali berfungsi dan menghadirkan layanan air bersih yang dibutuhkan masyarakat.
Pipa mungkin berada di bawah permukaan tanah, tetapi manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, setiap meter yang terselesaikan menjadi bagian dari upaya mengembalikan kehidupan normal setelah bencana.
(Rajo.A/MP)

