-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Raih Juara 2 Tingkat Sumbar, Film Pendek MAN 2 Bukittinggi Angkat Pesan Antiperundungan

Selasa, 18 Agustus 2026 | Agustus 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-18T10:31:15Z
Tim videografi MAN 2 Bukittinggi berfoto usai meraih Juara 2 Lomba Video Pendek Tingkat Sumbar 2026.


Bukittinggi, MP----- Prestasi membanggakan dipersembahkan keluarga besar MAN 2 Kota Bukittinggi menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tim videografi madrasah tersebut berhasil meraih Juara 2 Lomba Video Pendek Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat.


Prestasi tersebut bukan sekadar capaian kompetisi. Film pendek yang dihasilkan siswa MAN 2 Bukittinggi membawa pesan sosial tentang pentingnya menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan serta bullying.


Karya tersebut mengusung tema “Madrasah Aman, Nyaman, dan Bahagia Tanpa Kekerasan dan Bullying.” Melalui media film, para siswa mencoba menyuarakan realitas sosial sekaligus mengajak lingkungan pendidikan untuk membangun budaya saling menghargai dan melindungi.


Menariknya, film tersebut lahir dari kolaborasi langsung antara siswa dan dua guru pendamping, Dhea Rahmadini dan Hendri Efendi. Para siswa tidak hanya tampil sebagai pemeran, tetapi terlibat dalam berbagai tahapan produksi, mulai dari penyusunan naskah, seni peran, pengambilan gambar hingga proses penyuntingan.


Pemeran utama film, Aqsotil Wahyu Pitra, mengaku bangga atas capaian yang diraih timnya. Menurut dia, penghargaan tersebut memiliki makna lebih luas karena menjadi ruang bagi siswa untuk menyampaikan pesan positif melalui karya kreatif.


“Raihan Juara 2 ini bukan sekadar tentang penghargaan, tetapi tentang suara kami yang berhasil didengar. Dari peran ini saya belajar betapa berharganya dukungan dari teman-teman dan lingkungan sekolah yang ramah,” ungkap Aqsotil.


Guru pendamping, Dhea Rahmadini, mengatakan keberhasilan tersebut tidak semata-mata diukur dari posisi yang diraih dalam kompetisi. Lebih dari itu, keberanian peserta didik dalam menuangkan gagasan dan menyampaikan pesan positif melalui media digital merupakan bagian penting dari proses pendidikan.


Menurutnya, kreativitas siswa perlu terus mendapatkan ruang karena media digital dapat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan edukasi, membangun kepedulian sosial, sekaligus memperkuat pendidikan karakter.


Kemerdekaan Dimaknai Lewat Sekolah yang Aman


Kepala MAN 2 Kota Bukittinggi, Amri J, menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih anak didiknya. Ia menilai karya tersebut menunjukkan bahwa generasi muda mampu berprestasi sekaligus menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan.


“Bagi MAN 2 Kota Bukittinggi, ini adalah pesan bahwa makna kemerdekaan juga diwujudkan dengan menghadirkan ruang pendidikan yang aman, nyaman, bahagia, dan bebas dari kekerasan maupun bullying,” tegas Amri.


Ia berharap pengalaman tersebut semakin mendorong siswa untuk berani berkarya dan menjadikan kreativitas sebagai bagian dari proses pembelajaran.


Apresiasi juga disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Bukittinggi, Dr. H. Irwan. Ia menilai prestasi MAN 2 Bukittinggi patut diapresiasi karena karya yang dihasilkan tidak berhenti pada pencapaian kompetisi, tetapi membawa pesan edukatif yang relevan dengan kehidupan peserta didik.


“Selamat dan apresiasi kepada keluarga besar MAN 2 Bukittinggi. Prestasi ini sangat membanggakan karena tidak hanya berbuah penghargaan, tetapi membawa pesan edukatif yang penting,” ujar Irwan.


Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sekolah dan madrasah lain, termasuk SMA, SMK, dan satuan pendidikan sederajat di Sumatera Barat, untuk memanfaatkan media kreatif sebagai sarana edukasi dan penguatan karakter.


Irwan juga mendorong lahirnya karya-karya serupa yang mengangkat isu sosial di lingkungan pendidikan, termasuk pencegahan perundungan, intoleransi, kekerasan, serta berbagai persoalan yang dapat mengganggu tumbuh kembang peserta didik.


“Kami berharap karya ini menjadi inspirasi bagi sekolah dan madrasah lain untuk membangun budaya saling menghargai, melindungi, serta berani menolak segala bentuk perundungan,” katanya.


Pada akhirnya, Juara 2 yang diraih MAN 2 Bukittinggi menjadi lebih dari sekadar angka dalam daftar prestasi. Di balik penghargaan tersebut terdapat keberanian siswa untuk bersuara, kreativitas guru dalam mendampingi, serta komitmen madrasah menciptakan ruang belajar yang lebih manusiawi.


Kemenangan boleh menjadi bonus dari sebuah kompetisi. Namun, keberanian generasi muda untuk berkarya, berkolaborasi, dan menyebarkan pesan kebaikan merupakan nilai yang jauh lebih penting bagi pendidikan karakter bangsa.

 (Idul Fitri/MP)

×
Berita Terbaru Update