![]() |
| Seru! Warga Sungai Lansiangan mengikuti lomba manggiliang lado memeriahkan HUT RI ke-81. |
Malalak, MP----- Semangat kemerdekaan terasa hangat di Sungai Lansiangan, Jorong Jalan Bantiang Utara, Nagari Malalak Barat, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam. Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga menggelar pesta rakyat sederhana namun sarat makna melalui berbagai perlombaan tradisional yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan yang digagas Generasi Muda Sungai Lansiangan (Gemsel) tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu, 15-16 Agustus 2026, di Lapangan Takraw Sungai Lansiangan. Suasana meriah terlihat dari antusiasme warga yang berbaur, tertawa dan saling memberikan dukungan tanpa mengenal batas usia.
Salah satu lomba yang paling menarik perhatian adalah manggiliang lado, yakni menggiling cabai menggunakan batu gilingan tradisional. Lomba yang digelar Sabtu malam itu tidak hanya diikuti kaum ibu, tetapi juga bapak-bapak serta generasi muda.
Ketua Panitia Pelaksana, Weldi, didampingi Sekretaris Muhardi Mulya dan Wali Jorong Jalan Bantiang Utara Afdal Zikri, menjelaskan peserta ditantang menggiling cabai dalam batas waktu yang ditentukan panitia. Pemenang ditentukan berdasarkan hasil gilingan cabai yang paling halus.
Gelak tawa kembali pecah pada Minggu malam saat warga mengikuti lomba mangukua karambia, atau memarut kelapa menggunakan bangku parut tradisional.
Bagi panitia, lomba tersebut bukan sekadar hiburan. Tradisi yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat sengaja dihidupkan kembali sebagai sarana mengenalkan kearifan lokal kepada generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan peralatan rumah tangga modern.
Kemeriahan pesta rakyat tidak berhenti pada dua lomba tersebut. Sejumlah kegiatan lain juga digelar, mulai dari turnamen domino pada 12-17 Agustus hingga tarik tambang, pacu karung, makan kerupuk, estafet air, joget balon, estafet karton dan lomba mengambil koin di jeruk yang berlangsung Minggu siang.
Rangkaian kegiatan itu membuat perayaan kemerdekaan terasa sebagai milik bersama. Anak-anak, remaja, orang tua hingga generasi lanjut usia mendapatkan ruang untuk berpartisipasi dan menikmati suasana perayaan.
Weldi mengatakan, kegiatan tahunan yang digerakkan Pemuda Gemsel tersebut tidak hanya bertujuan memeriahkan HUT RI, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi.
“Kegiatan ini menjadi momentum bagi masyarakat Sungai Lansiangan untuk mempererat silaturahmi. Di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari, HUT RI menjadi ruang berharga untuk berkumpul dan bercengkerama bersama,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Wali Jorong Jalan Bantiang Utara, Afdal Zikri. Menurutnya, antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan masih tumbuh kuat di tengah kehidupan warga.
“Semua warga dari berbagai usia turut bergembira dan berbaur tanpa sekat. Suasana penuh tawa, sorak-sorai dan semangat kebersamaan melebur menjadi satu. Inilah wujud kebahagiaan kita dalam mengisi kemerdekaan,” katanya.
Perayaan di Sungai Lansiangan memperlihatkan bahwa kemeriahan HUT Kemerdekaan tidak selalu membutuhkan kegiatan besar dan biaya mahal. Dari sebuah lapangan sederhana, masyarakat mampu menghadirkan kegembiraan, menghidupkan kembali permainan tradisional, sekaligus memperkuat hubungan sosial antargenerasi.
Di tengah kehidupan modern yang semakin individualistis, tradisi manggiliang lado dan mangukua karambia menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga dapat dirayakan melalui hal-hal sederhana: berkumpul, tertawa bersama, menjaga budaya dan merawat semangat gotong royong.
Pesta rakyat Sungai Lansiangan pun menjadi potret kecil bagaimana masyarakat di tingkat akar rumput memaknai kemerdekaan—bukan sekadar mengenang perjuangan masa lalu, tetapi mengisinya dengan kebersamaan, persaudaraan dan kebahagiaan yang dirasakan bersama.
(Idul Fitri/MP)
