-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Wagub NTT Turun Langsung ke Flores Timur, Dorong Pemulihan Pascakonflik Berbasis Kekeluargaan

Rabu, 12 Agustus 2026 | Agustus 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-12T00:24:21Z
Wagub NTT Johni Asadoma bersilaturahmi bersama masyarakat sebagai bagian dari upaya pemulihan pascakonflik.


Flores Timur, MP----- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat langkah pemulihan hubungan sosial masyarakat pascakonflik antar desa di Flores Timur. Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan langsung kepada masyarakat dengan mengedepankan dialog, kekeluargaan, dan semangat persaudaraan.


Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, turun langsung ke Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Flores Timur, Senin (10/8), untuk menyerap aspirasi sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat setempat.


Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda pemerintahan, tetapi juga bagian dari upaya membangun kembali kepercayaan dan memperkuat hubungan sosial warga setelah terjadi ketegangan akibat konflik antar desa.


Di hadapan masyarakat, Johni Asadoma menekankan pentingnya mengedepankan penyelesaian secara damai serta membuka ruang komunikasi yang sehat antarmasyarakat. Menurutnya, proses pemulihan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


“Kita harus mengedepankan pendekatan kekeluargaan. Persaudaraan dan kebersamaan masyarakat harus kita bangun kembali. Jangan sampai konflik yang sudah terjadi terus menjadi beban bagi generasi berikutnya,” ujar Johni.


Ia menilai masyarakat merupakan kekuatan utama dalam menciptakan kembali suasana aman dan kondusif. Karena itu, pemerintah hadir bukan hanya ketika terjadi persoalan, tetapi juga untuk memastikan proses rekonsiliasi berjalan dan kehidupan sosial masyarakat kembali normal.


Kehadiran pemerintah provinsi di Dusun Lewonara sekaligus menjadi pesan bahwa penyelesaian konflik harus diarahkan pada pemulihan jangka panjang. Tidak hanya menghentikan ketegangan, tetapi juga mengembalikan rasa aman, mempererat hubungan antarwarga, dan membuka ruang bagi masyarakat untuk kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.


Johni mengajak masyarakat meninggalkan berbagai perbedaan dan menjadikan pengalaman konflik sebagai pembelajaran bersama. Menurutnya, pembangunan daerah akan sulit berjalan apabila masyarakat terus berada dalam suasana ketegangan dan perpecahan.


“Mari kita saling memaafkan, menjaga keamanan dan ketertiban, serta kembali hidup berdampingan sebagai satu keluarga besar. Pemerintah akan terus hadir dan mengawal proses pemulihan ini,” tegasnya.


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk memastikan pemulihan pascakonflik berlangsung secara menyeluruh. Pendekatan dialog dan silaturahmi di tingkat masyarakat dinilai penting untuk membangun rekonsiliasi dari bawah, sekaligus mencegah munculnya kembali konflik serupa.


Bagi warga Dusun Lewonara, kehadiran pimpinan pemerintah provinsi secara langsung juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan moral. Di tengah proses pemulihan, komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat menjadi modal penting untuk mengembalikan kepercayaan serta menata kembali kehidupan sosial.


Pemulihan pascakonflik pada akhirnya bukan hanya persoalan keamanan. Lebih jauh, proses tersebut menyangkut bagaimana masyarakat dapat kembali hidup berdampingan, membangun masa depan bersama, dan memastikan perdamaian menjadi fondasi bagi pembangunan Flores Timur dan NTT secara berkelanjutan.

(MT/MP)

×
Berita Terbaru Update