-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Gubernur Sumsel Bersama Kepala BNPB dan Menhut Tinjau Penanganan Karhutla di Tol Kayu Agung-Palembang

Selasa, 01 September 2026 | September 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-31T23:57:50Z
Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Kepala BNPB dan Menteri Kehutanan meninjau penanganan karhutla di ruas Tol Kayu Agung-Palembang, Senin (31/8/2026).


OKI, MP----- Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dan Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar ruas Tol Kayu Agung-Palembang, Senin (31/8/2026).


Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan sekaligus memastikan upaya pemadaman karhutla berjalan efektif. Ruas Tol Kayu Agung-Palembang menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian karena merupakan jalur strategis yang menghubungkan wilayah penting di Sumatera Selatan.


Dalam kunjungan tersebut, Herman Deru, Suharyanto, dan Raja Juli Antoni melihat proses pemadaman yang dilakukan melalui jalur darat dan udara secara bersamaan.


Dari udara, helikopter dikerahkan untuk melakukan operasi water bombing dengan mengguyurkan air ke sejumlah titik yang masih terdapat api. Sementara itu, dari darat, personel gabungan TNI-Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga turut melakukan pemadaman dan penanganan di sekitar lokasi.


Gubernur Herman Deru mengatakan, penanganan karhutla harus dilakukan secara maksimal dengan mengoptimalkan pemadaman dari udara maupun darat.


“Kita lihat sendiri bagaimana kondisi di lapangan. Api harus dipadamkan dari dua sisi, dari udara dan dari darat. Inilah bukti kita tidak main-main menangani karhutla,” ujar Herman Deru.


Menurutnya, keberadaan Tol Kayu Agung-Palembang memiliki arti penting bagi aktivitas masyarakat dan perekonomian Sumatera Selatan. Karena itu, penanganan karhutla di sekitar kawasan tersebut perlu dilakukan secara cepat dan terukur.


Herman Deru menekankan, pemadaman tidak hanya ditujukan untuk mengendalikan titik api, tetapi juga mencegah dampak lanjutan berupa asap yang berpotensi mengganggu jarak pandang dan keselamatan pengguna jalan tol.


Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus memperkuat koordinasi dalam penanganan karhutla, termasuk melalui pengerahan sumber daya pemadaman dari darat dan udara.


Peninjauan tersebut sekaligus menjadi bentuk pengawasan langsung terhadap langkah-langkah penanganan karhutla agar kondisi di sekitar jalur strategis Kayu Agung-Palembang dapat segera terkendali.

(SL/red)

×
Berita Terbaru Update