-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Komisi V DPR RI Soroti Pengurangan Perjalanan KRL Bogor

Sabtu, 12 September 2026 | September 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-11T23:46:55Z
Komisi V DPR RI meninjau langsung aktivitas pelayanan penumpang di Stasiun Bogor.


Bogor, MP----- Stasiun Bogor kembali menjadi perhatian di tengah tingginya mobilitas masyarakat Jabodetabek. Setiap hari, lebih dari 109 ribu penumpang menggunakan layanan di stasiun yang menjadi salah satu simpul utama perjalanan warga Bogor menuju Jakarta dan kawasan sekitarnya.


Besarnya volume pengguna tersebut membuat keberadaan Stasiun Bogor tidak sekadar menjadi fasilitas transportasi, tetapi juga bagian penting dari urat nadi aktivitas ekonomi, pendidikan, pekerjaan, dan pelayanan masyarakat. Karena itu, pengembangan sarana dan prasarana perkeretaapian dinilai harus berjalan seiring dengan jaminan pelayanan yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan.


Sejumlah pekerjaan pengembangan tengah dilakukan, mulai dari perbaikan dan peningkatan kualitas rel, pemasangan kanopi peron untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, hingga penguatan integrasi dengan Stasiun Bogor Paledang.


Namun, di tengah proses pengembangan tersebut, kebijakan pengurangan 17 perjalanan KRL relasi Bogor pada September 2026 menjadi perhatian publik. Pengurangan perjalanan berpotensi memengaruhi pola perjalanan masyarakat, terutama pada jam-jam sibuk ketika kepadatan penumpang biasanya meningkat.


Merespons kondisi itu, Komisi V DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Stasiun Bogor untuk melihat langsung kondisi pelayanan sekaligus meminta penjelasan dari pihak terkait mengenai kebijakan pengurangan perjalanan KRL tersebut.


Kunjungan tersebut diarahkan untuk memperoleh kejelasan mengenai alasan pengurangan perjalanan, dampaknya terhadap pengguna jasa, serta langkah mitigasi yang disiapkan agar perubahan jadwal tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.


Komisi V juga menekankan pentingnya sosialisasi yang transparan dan mudah dipahami masyarakat. Setiap perubahan pola perjalanan KRL, terlebih pada jalur dengan tingkat penggunaan yang sangat tinggi, perlu disampaikan secara terbuka sehingga masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas dan menentukan pilihan perjalanan.


Bagi DPR RI, kebijakan transportasi publik harus menempatkan kepentingan masyarakat sebagai pertimbangan utama. Efisiensi operasional dan kebutuhan pengembangan infrastruktur memang penting, tetapi tidak boleh mengesampingkan aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta kepastian pelayanan kepada pengguna.


Stasiun Bogor sendiri memiliki posisi strategis dalam sistem transportasi Jabodetabek. Tingginya ketergantungan masyarakat terhadap KRL menjadikan setiap perubahan frekuensi perjalanan memiliki dampak langsung terhadap aktivitas warga.


Karena itu, pengembangan infrastruktur perkeretaapian diharapkan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menghasilkan sistem pelayanan yang semakin terintegrasi. Perbaikan rel, penambahan fasilitas peron, dan integrasi dengan Stasiun Paledang harus diikuti dengan pengaturan perjalanan yang mampu mengakomodasi kebutuhan penumpang.


Komisi V DPR RI menegaskan, kenyamanan, keamanan dan keselamatan publik harus menjadi prioritas utama pengelola transportasi. Pengawasan terhadap pelayanan transportasi publik juga menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.


Dengan jumlah pengguna yang mencapai lebih dari 109 ribu penumpang per hari, Stasiun Bogor menggambarkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi massal yang efisien dan berkelanjutan. Karena itu, setiap kebijakan yang menyangkut perjalanan KRL diharapkan dilakukan secara terukur, disertai kajian yang jelas, komunikasi publik yang baik, serta solusi konkret bagi penumpang yang terdampak.


Kunjungan Komisi V DPR RI tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan transportasi publik bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi menyangkut hak masyarakat memperoleh layanan transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan dapat diandalkan.

(Pl/MP-red)

×
Berita Terbaru Update