-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Malam Kebudayaan PERDICI, Sekda Sumsel: Sriwijaya Bukti Palembang Pusat Budaya dan Ilmu Pengetahuan

Sabtu, 12 September 2026 | September 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-11T23:07:30Z
Malam Kebudayaan PERDICI berlangsung semarak dengan mengangkat kekayaan budaya Sumatera Selatan.


Palembang, MP----- Suasana Griya Agung Palembang tampak semarak ketika Perhimpunan Dokter Intensive Care Indonesia (PERDICI) menggelar Malam Kebudayaan, Jumat (11/8/2026). Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi rangkaian acara organisasi profesi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan dan mengapresiasi kekayaan budaya Sumatera Selatan.


Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Malam Kebudayaan. Menurutnya, kegiatan yang mengangkat unsur budaya sejalan dengan karakter masyarakat Sumsel yang sejak dahulu dikenal memiliki kekayaan tradisi dan kebudayaan.


Edward menilai, pelestarian budaya penting dilakukan di tengah perkembangan zaman. Budaya lokal, kata dia, bukan hanya bagian dari identitas masyarakat, tetapi juga menjadi warisan sejarah yang perlu terus dikenalkan kepada generasi berikutnya.


Ia kemudian mengajak melihat kembali perjalanan sejarah Sumatera Selatan, khususnya Palembang yang pernah menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya.


Menurut Edward, keberadaan Kerajaan Sriwijaya menjadi bukti bahwa wilayah Sumsel pada masa lalu telah berkembang sebagai salah satu pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Jejak kejayaan tersebut menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Sumsel hingga sekarang.


“Kalau kita merunut sejarah, Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Kota Palembang membuktikan bahwa Sumatera Selatan pada masa lalu merupakan salah satu pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan,” ujar Edward.


Karena itu, ia menilai kegiatan seperti Malam Kebudayaan PERDICI memiliki nilai positif. Selain menjadi sarana mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut turut membuka ruang bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya daerah tempat kegiatan berlangsung.


Dalam kesempatan itu, turut hadir Anggota DPD RI Hj. Ratu Tenny Leriva. Kehadiran sejumlah tokoh tersebut menambah makna kegiatan yang mempertemukan dunia profesi, pemerintahan, dan kebudayaan dalam satu momentum.


Malam Kebudayaan PERDICI di Griya Agung akhirnya tidak hanya menjadi bagian dari agenda organisasi. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan profesi modern tetap dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya serta penghargaan terhadap sejarah daerah.


Bagi Sumatera Selatan, warisan Sriwijaya menjadi pijakan sejarah yang terus relevan untuk dirawat, sekaligus menjadi sumber kebanggaan dalam membangun identitas daerah di tengah perubahan zaman.

(Pl/red)

×
Berita Terbaru Update